TNI AU Gandeng UNS Dirikan SMA Pradita Dirgantara

TNI AU Gandeng UNS Dirikan SMA Pradita Dirgantara

99
Joglosemar | Dwi Hastuti
KERJA SAMA– Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI, Hadi Tjahjanto (tiga dari kiri) bersama Rektor UNS, Ravik Karsidi (dua dari kiri) sedang melakukan penandatanganan kerja sama penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan antara TNI AU dan UNS bertempat di Gedung Pusat UNS, Senin (17/4).

SOLO– TNI Angkatan Udara (AU) menggandeng Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dalam pembangunan SMA Pradita Dirgantara yang rencananya bertempat di Kawasan Lanud Adi Soemarmo Boyolali. Kerja sama ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI, Hadi Tjahjanto, Senin (17/4).

Disela-sela penandatanganan, Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa SMA Pradita Dirgantara ditargetkan menjadi sekolah unggulan. Selain itu juga membentuk karakter peserta didiknya memiliki intelektualitas serta nilai-nilai luhur budaya bangsa dan berwawasan kedirgantaraan. “Jadi memang hampir sama dengan SMA Taruna Nusantara di Magelang. Dalam pembelajaran tidak ada kekerasan,” terang Hadi

Baca Juga :  Bank Boyolali Kembali Raih Penghargaan Terbaik Nasional

Lanjut Hadi , SMA yang ditargetkan siap menerima peserta didik baru pada awal 2019 ini merupakan sekolah umum yang bertekad menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggulan dan punya kemampuan dan menguasai kedirgantaraan. “Dengan di supervisi dari UNS, target tahun pertama bisa mendapatkan ratusan siswa unggul,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UNS, Ravik Karsidi menyatakan, kerja sama tersebut dilakukan dalam rangka mensinergikan dan memanfaatkan SDM serta fasilitas sarana prasarana yang dimiliki TNI AU dan UNS. “Kami sepakat melakukan kerja sama mengenai penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan. Meliputi kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sekolah unggulan sebagai sekolah laboratorium serta kegiatan lainnya dalam bidang pendidikan,” ujar Ravik.

Baca Juga :  3.000 Mandor dan Tukang Cat Dapatkan Pelatihan Serentak

Sedangkan, Dekan FKIP UNS, Joko Nurkamto mengatakan, SMA ini direncanakan menggunakan sistem boarding school dilengkapi dengan berbagai fasilitas pembelajaran terpadu. Seperti perpustakaan digital, laboratorium, asrama, tempat ibadah, serta sport center. Untuk mendukung itu, FKIP UNS akan mempersiapkan sumber daya guru secara khusus dan pembinaan secara berkelanjutan. “Kita berikan jaminan kualitas, semua guru minimal S1 dengan tambahan kemampuan bahasa Inggris, bilingual, dan keterampilan IT sebagai syarat dasar,” pungkas Joko. Dwi Hastuti

BAGIKAN
  • ahmad solikin

    persyaratanya apa???