UNBK, 4 SMK di Sragen Numpang, 49 Siagakan Genset

UNBK, 4 SMK di Sragen Numpang, 49 Siagakan Genset

74
Joglosemar | Wardoyo
SERIUS MENGERJAKAN—Siswa SMK Kosgoro 1 Sragen tampak serius mengerjakan UNBK hari pertama di ruangan laboratorium SMK setempat dengan diawasi ketat oleh pengawas, Senin (3/4)

Sebanyak empat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Kabupaten Sragen terpaksa harus menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dengan menumpang ke SMK lain. Itu dilakukan karena pihak sekolah belum memiliki fasilitas internet dan komputer.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Sragen, Wakhid Haryanto mengungkapkan empat SMK itu di antaranya SMK Sinar Permata Bangsa, SMK AL Musani, SMK Terpadu Mutiara dan satu SMK swasta lainnya. Empat SMK itu menumpang ke SMK lain yang sudah memiliki lab komputer.

Untuk UNBK hari pertama Senin (3/4), total ada 53 SMK negeri swasta di Sragen yang menyelenggarakan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, sejauh ini, pelaksanaan UNBK hari pertama berjalan relatif tanpa kendala. “Ada empat SMK yang terpaksa harus numpang ke SMK lain karena memang perangkatnya nggak punya. Tapi Alhamdulillah semua lancar nggak ada masalah,” paparnya kepada Joglosemar.

Baca Juga :  Akhirussanah Angkatan XIV Tahun 2016/2017 SDIT Nur Hidayah

Pantauan Joglosemar, pelaksanaan UNBK hari pertama dengan jadwal Bahasa Indonesia, berlangsung relatif lancar. Kekhawatiran jaringan terputus atau soal tak bisa muncul, tidak terjadi. Sementara, untuk mengantisipasi listrik padam, hampir semua SMK penyelenggara juga sudah menyiagakan genset. Seperti di SMK Kosgoro 1, yang kemarin menyiagakan dua genset.

Kepala SMK Kosgoro, Suhadi mengungkapkan dua genset itu disiagakan swadaya oleh sekolah. Untuk hari pertama, UNBK di sekolahnya juga tanpa kendala. Total ada 213 siswa kelas XII dan 26 siswa dari SMK Terpadu Mutiara yang bergabung mengikuti UNBK di Kosgoro.

Baca Juga :  Akhirussanah Angkatan XIV Tahun 2016/2017 SDIT Nur Hidayah

Sementara itu, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengimbau kepada siswa untuk tidak menggubris dan mempercayai tawaran kunci dari oknum-oknum tak bertanggung jawab. “Soal UNBK semua dari pusat dan dibuat online, sehingga meminimalisir terjadinya kebocoran. Apalagi soal ujian juga dibuat beda per siswa, sehingga sangat tidak masuk akal jika ada yang menawari bocoran soal,” ujar Yuni kepada wartawan, Senin (3/4).

Wardoyo

BAGIKAN