2 Siswa di Sragen Ini Nekat Gabung Sindikat Pencuri Burung. Alasannya Sungguh...

2 Siswa di Sragen Ini Nekat Gabung Sindikat Pencuri Burung. Alasannya Sungguh Mengejutkan

1219
SINDIKAT PENCURIAN- Kapolsek Gemolong, AKP SUpadi (tiga dari kiri) bersama tim Polsek saat merilis tiga tersangka sindikat pencurian burung dan barang bukti hasil pencurian yang diamankan di Mapolsek, Minggu (21/5/2017). Foto/istimewa

SRAGEN– Tim Polsek Gemolong mengungkap jaringan sindikat pencurian burung yang digawangi tiga pelaku. Ironisnya, dari tiga tersangka yang diamankan, dua diantaranya diketahui masih pelajar yang duduk di bangku SMP dan SMA.

Tiga pelaku yang diringkus itu masing-masing Toni Kuncoro (20) warga Kalangan Jago, RT 4, Desa Kalangan, Gemolong bersama CAT (14) pelajar SMP asal Dukuh Sentanan, RT 12, Kalangan, dan ANW (16) pelajar SMA asal Karangtalun, RT 14, Sambiduwur, Tanon.

Kapolsek Gemolong, AKP Supadi mengungkapkan ketiganya ditangkap secara terpisah di rumahnya masing-masing sejak Sabtu (20/5) hingga Minggu (21/5/2017). Penangkapan itu dilakukan setelah melalui pengintaian dan penyelidikan atas rentetan kasus pencurian burung yang terjadi di wilayah Gemolong beberapa waktu terakhir.

Baca Juga :  Mobil Sedan Mendadak Keluar Asap dan Terbakar, Gegerkan Warga di Depan Mal Luwes Sragen

Salah satunya yang menimpa pengusaha Petrus Efendi Damanik (37), warga Perum Gemolong Permai RT 10/1, yang kehilangan burung piaraannya pada 9 Mei lalu. Dari laporan itu, tim kemudian diterjunkan melakukan penyelidikan sebelum akhirnya mengungkap keterlibatan tiga tersangka sebagai pelakunya.

“Ketiganya sudah kami amankan di Mapolsek. Dari hasil pemeriksaan, modus yang dilakukan mereka melakukan aksinya pada malam hari memanfaatkan situasi rumah para korban yang sepi. Para tersangka ini ternyata juga melakukan aksinya di beberapa lokasi dalam beberapa bulan terakhir,” papar AKP Supadi, kemarin.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Empat Preman Pemeras Pengguna Jalan dan Jemaah Masjid di Sragen

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiganya bakal dijerat dengan pasal 364 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun.

“Karena yang dua masih pelajar dan di bawah umur, kami limpahkan ke Unit PPA Reskrim. Dari pengakuan mereka, mereka ikut gabung mencuri untuk uang jajan dan sebagian lagi uangnya untuk beli burung dan dipiara lagi,” jelas SUpadi. Wardoyo

BAGIKAN