29 Proyek Jalan di Sragen Terkatung-Katung, Separuh Bakal Dilelang Ulang

29 Proyek Jalan di Sragen Terkatung-Katung, Separuh Bakal Dilelang Ulang

167
JALAN RUSAK- Sebuah memedi jalan terlihat berada di jalur Ring Road Selatan Sragen yang kondisinya rusak parah dan banyak menimbulkan kecelakaan, Selasa (9/5). Foto : Wardoyo

SRAGEN—Pimpinan dan sejumlah fraksi DPRD mendesak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk tidak mempersulit rekanan pemenang lelang serta mempercepat pelaksanaan pekerjaan proyek.

Hal itu disampaikan menyusul polemik nasib 29 proyek hasil lelang yang diumumkan oleh Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ), namun hingga kini belum bisa dilaksanakan akibat terganjal verifikasi DPU.

Hal itu mengemuka dalam audiensi perihal terkatung-katungnya pengerjaan proyek buntut kisruh pelelangan yang digelar di DPRD, Senin (15/5/2017).

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Faturrahman menyayangkan belum mulainya pengerjaan proyek jalan, padahal sudah lima bulan APBD digedok. Ia juga mempertanyakan alasan DPU melakukan verifikasi ulang dan rencana tender ulang sejumlah proyek.

“Kalau ditenderkan ulang, apa ada jaminan kualitas kerjaan lebih baik. Pekerjaan akan lebih cepat, yang ada malah mundur. Ini bukti kalau selama ini DPU memang nggak bisa nyambut gawe, ” ujarnya dengan nada tinggi.

Baca Juga :  Buntut Gaji Dua Bulan Tak Dibayar, Para Pemain Bersiap Tinggalkan Sragen United

Ditambah ada sejumlah titik yang akan dilelang ulang lantaran tidak sesuai kualifikasi SNI yang disyaratkan oleh DPU. Padahal secara kualifikasi awal melalui LPBJ, para kontraktor tersebut sudah memenuhi syarat awal.

“Kalau dilelangkan lagi apa ada jaminan kualitas jalan akan lebih baik? Apa ada jaminan pekerjaan lebih cepat, yang pasti akan mundur,” ujarnya.

Di hadapan DPRD, Kabag LPBJ Tedy Rosanto menyampaikan, dari 47 paket itu 40 di antaranya sudah mendapatkan rekanan pemenang, sedangkan tujuh proyek lainnya terpaksa harus dilakukan tender ulang karena rekanan pemenangnya tidak memenuhi persyaratan.

Ia juga menegaskan bahwa lelang sudah dijalankan sesuai persyaratan administrasi dan sudah dikonsultasikan dengan LKPP.

Baca Juga :  Penampakan Begal Pocong Gemparkan Warga Sragen. Muncul di Jalur Depan Yappenas, Karangmalang

Anggota Komisi III, Muh Haris Effendi menambahkan, pihaknya hanya berharap pengerjaan proyek bisa secepatnya dimulai karena sudah sangat terlambat.

Selain APBD 2017 sudah digedok Desember 2016, saat ini masyarakat juga sudah sangat menunggu segera dimulainya perbaikan jalan agar tak semakin parah.

Sementara itu, Kepala DPU Sragen Marija menyampaikan, akan berkoordinasi dengan LPBJ terkait hal ini. Dia menyampaikan ada 29 titik yang masih dievaluasi dengan kemungkinan separuhnya ditenderkan ulang.

Ia beralasan tender ulang dikarenakan ada SNI 0706631915 sesuai spek yang di kementerian PU. Jadi jika tidak sesuai SNI, menurutnya, besinya tidak awet, gampang rusak atau patah.

“Secepatnya akan kami selesaikan. Kalau nanti ada gugatan hukum kami sudah punya dasar untuk melakukan lelang ulang,” katanya.

Wardoyo

BAGIKAN