JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen 30 Rekanan Geruduk Kepala DPU Sragen, Ada Apa?

30 Rekanan Geruduk Kepala DPU Sragen, Ada Apa?

1238
BAGIKAN
Joglosemar | Wardoyo
JALAN RUSAK—Sebuah memedi jalan terlihat berada di jalur Ring Road Selatan Sragen yang kondisinya rusak parah dan banyak menimbulkan kecelakaan, Selasa (9/5/2017).

SRAGEN– Sedikitnya 30 pemilik rekanan pemenang lelang proyek fisik jalan di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) pada APBD 2017 menggeruduk kantor dinas tersebut, Selasa (9/5/2017). Mereka mendesak surat penunjukan penyedia barang dan jasa (SP2BJ) yang hingga sepekan sejak ditetapkan sebagai pemenang lelang, belum juga diterbitkan.

Mereka juga mempertanyakan langkah tim DPU yang diam-diam kembali melakukan verifikasi Surat Dukungan Wiremesh Standar Nasional Indonesia (SNI) milik para rekanan. “Sesuai dengan jadwal dan tahapan lelang dari Lembaga Pengadaan Barang Jasa (LPBJ), mestinya tanggal 2 Mei kemarin sudah tanda tangan surat perjanjian kontrak (SPK). Tapi, sampai hari ini, SP2BJ belum kami dapat. Makanya hari ini kami klarifikasi ke Kepala DPU kenapa SP2BJ nggak segera dibuat,” papar Rahmat Samsono, pemilik PT Darmawangsa, salah satu rekanan pemenang lelang perbaikan jalan.

Ia menguraikan, dari sekitar 38 rekanan pemenang lelang yang baru saja diumumkan LPBJ, ada sekitar 30 rekanan yang belum dibuatkan SP2BJ. SP2BJ itu menjadi penting untuk mengajukan jaminan ke bank dan penerbitan SPK untuk kemudian proyek bisa dikerjakan. Menurutnya, dengan digantungnya SP2BJ oleh verifikasi itu, akan memperlambat rekanan untuk segera bekerja. Dengan semakin molor, maka juga dimungkinkan memperparah kerusakan jalan dan berpotensi mengurangi waktu pengerjaan serta volumenya. Lebih dari itu, juga akan semakin menunda pelaksanaan perbaikan jalan yang saat ini sudah dinanti masyarakat.