JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen 30 Rekanan Pemenang Lelang Proyek Fisik Jalan Geruduk Kepala DPU Sragen

30 Rekanan Pemenang Lelang Proyek Fisik Jalan Geruduk Kepala DPU Sragen

969
BAGIKAN
JALAN RUSAK- Sebuah memedi jalan terlihat berada di jalur Ring Road Selatan Sragen yang kondisinya rusak parah dan banyak menimbulkan kecelakaan, Selasa (9/5). Foto : Wardoyo

SRAGEN – Sedikitnya 30 pemilik rekanan pemenang lelang proyek fisik jalan di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) pada APBD 2017 menggeruduk kantor dinas tersebut, Selasa (9/5/2017).

Mereka mendesak surat penunjukan penyedia barang dan jasa (SP2BJ) yang hingga sepekan sejak ditetapkan sebagai pemenang lelang, belum juga diterbitkan.

Mereka juga mempertanyakan langkah tim DPU yang diam-diam kembali melakukan verifikasi Surat Dukungan Wiremesh Standar Nasional Indonesia (SNI) milik para rekanan.

“Sesuai dengan jadwal dan tahapan lelang dari Lembaga Pengadaan Barang Jasa (LPBJ), mestinya tanggal 2 Mei kemarin sudah tanda tangan surat perjanjian kontrak (SPK). Tapi, sampai hari ini, SP2BJ belum kami dapat. Makanya hari ini kami klarifikasi ke Kepala DPU kenapa SP2BJ nggak segera dibuat,” papar Rahmat Samsono, pemilik PT Darmawangsa, salah satu rekanan pemenang lelang perbaikan jalan.

Ia menguraikan, dari sekitar 38 rekanan pemenang lelang yang baru saja diumumkan LPBJ, ada sekitar 30 rekanan yang belum dibuatkan SP2BJ. SP2BJ itu menjadi penting untuk mengajukan jaminan ke bank dan penerbitan SPK untuk kemudian proyek bisa dikerjakan.

Menurutnya, dengan digantungnya SP2BJ oleh verifikasi itu, akan memperlambat rekanan untuk segera bekerja.

Dengan semakin molor, maka juga dimungkinkan memperparah kerusakan jalan dan berpotensi mengurangi waktu pengerjaan serta volumenya.

Lebih dari itu, juga akan semakin menunda pelaksanaan perbaikan jalan yang saat ini sudah dinanti masyarakat.

“Tahapan verifikasi itu kan sudah dilakukan ULP (LPBJ). Ketika kita sudah dinyatakan lolos dan semua syarat sudah dapat tanda bintang, kenapa pula harus diverifikasi lagi. Kalau digantung seperti ini, bukan kami saja, kepentingan masyarakat juga tersandera,” jelasnya.

Soal surat dukungan wiremesh yang diwajibkan berstandar SNI, Rahmat menyebut semua rekanan pemenang pada prinsipnya sudah mendapat dari distributor yang merupakan kepanjangan tangan dari produsen.

Perihal keharusan dikeluarkan dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, menurutnya yang diharuskan itu izinnya, bukan surat dukungannya.

Sayangnya, Kepala DPU Sragen, Marija gagal dimintai konfirmasi wartawan. Sementara, Kabag LPBJ Sragen, Tedy Rosanto sebelumnya memastikan timnya sudah menjalankan proses dan tahapan lelang sesuai dengan prosedur.

Timnya sudah melakukan verifikasi dan evaluasi, dan bahkan ada 7 rekanan yang dicoret karena tidak terpenuhi persyaratannya.

Wardoyo