JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo 35 Pedagang Kembalikan Selter ke Pemkot, Paguyuban Menyerah

35 Pedagang Kembalikan Selter ke Pemkot, Paguyuban Menyerah

78
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
SELTER KULINER SRIWEDARI- Pedagang tengah berjualan di selter kuliner Sriwedari, Solo, Kamis (1/12). Dua pekan lalu, selter tersebut telah diresmikan Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, namun ternyata masih banyak pedagang yang belum menempati.

SOLO – Sebanyak 35 pedagang Selter Sriwedari mengembalikan kiosnya ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta. Pasalnya pasca-diresmikan, 18 November 2016 lalu banyak pedagang yang tidak mau menempati kios dengan alasan sepi.

“(Sebanyak) 35 pedagang sudah mengembalikan selter ke Pemkot. Kita pasrah dan menyerahkan masalah ini ke Pemkot,” ujar Pengurus Harian Paguyupan Pedagang Selter Sriwedari, Sukirno Saptorahardjo, Rabu (3/5/2017).

Sejauh ini, lanjut dia, Paguyuban sudah berupaya mengajak pedagang untuk berjualan di selter yang sudah disediakan Pemkot.

Bahkan saat pertemuan pedagang tiap bulan selalu disampaikan, namun pedagang tetap memilih berjualan di lokasi lain. Mereka menganggap jika berjualan di selter tidak bisa mendapat keuntungan malah rugi.

“Kita sudah berupaya mengajak mereka agar mau berjualan di selter. Dulu hampir semua pedagang itu berjualan di selter tapi hanya beberapa hari saja dan hasilnya malah rugi. Kita minta bisa dikembalikan lagi ke city walk apalagi di sana belum dilakukan perbaikan drainase,” ungkapnya.

Data terakhir dari 60 pedagang hanya 12-15 pedagang yang aktif berjualan. Kebanyakan mereka memilih berjualan tidak jauh dari lokasi yang lama dengan cara menyewa selter ataupun lokasi di gang-gang kampung seperti di dekat Solo Grand Mall (SGM). Hal ini dilakukan lantaran ketika menempati city walk, pedagang telah memiliki pelanggan tetap.

“Hanya 15 pedagang yang berjualan saja, sisanya di tempat lain. Apalagi ada pedagang yang meninggal dunia, maka otomatis selternya tidak ditempati,” katanya.

Sukirno mengatakan, pihak paguyuban siap dan pasrah jika Pemkot mencabut hak penempatan bagi pedagang yang tidak aktif dan menggantinya dengan pedagang baru.

Lebih lanjut pihaknya berharap pemkot bisa memenuhi semua fasilitas yang dijanjikan untuk meramaikan kawasan selter Sriwedari, termasuk masalah promosi.

“Kalau pedagang mau disuruh sabar jelas tidak bisa, ini juga terkait dengan modalnya. Jadi relokasi ke selter itu malah mematikan pedagang,” imbunya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta, Subagiyo menyatakan akan dilakukan upaya-upaya lagi untuk mengajak pedagang menempati selter. Sanksi jelas akan diberikan jika ada pedagang yang tidak mau menempati selter.

“Selter bisa kita cabut jika pedagang tidak mau menempati selter. Kita akan tegas, masih banyak pedagang lain itu yang ingin berjualan,” pungkasnya.

Ari Welianto