JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Aksi Tertawa Massal Peringati HTS di Sragen, Ajak Masyarakat Tak Lupa Bahagia

Aksi Tertawa Massal Peringati HTS di Sragen, Ajak Masyarakat Tak Lupa Bahagia

81
BAGIKAN
TERTAWA MASSAL- Puluhan alumni SMPN 1 Plupuh saat menggelar aksi tertawa bareng bersama pengunjung arena CFD Sragen dalam rangka memperingati Hari tertawa se-Dunia, Minggu (7/5) pagi. Foto : Wardoyo

Barangkali tak banyak yang tahu jika tanggal 7 Mei ditetapkan sebagai Hari Tertawa se-Dunia.

Demi memperingatinya, alumni SMPN 1 Plupuh Sragen, menggelar aksi unik yakni tertawa massal di Arena Car Free Day (CFD) Sragen, Minggu (7/5/2017).

Ada pemandangan tak lazim mewarnai Arena CFD di jalan raya Sukowati depan Pemkab Sragen, pagi kemarin.

Di tengah kesibukan warga beraktivitas menikmati suasana pagi tanpa kendaraan itu, sekelompok orang mendadak menyita perhatian dengan tertawa lepas sekeras-kerasnya.

Irama tawa mereka semakin kencang ketika lagu “Ayo Ngguyu” yang dibawakan Waldjinah dan diputar lewat kaset memasuki kalimat “Ayo Ngguyu”.

Bahkan, tak sedikit dari rombongan itu yang tertawa terpingkal-pingkal hingga membuat pengunjung yang berada di sekitarnya sampai terheran-heran.

Namun, tak sedikit dari pengunjung yang malah ikut-ikutan tertawa karena melihat polah tingkah dan tawaan dari kelompok yang diketahui merupakan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMPN 1 Plupuh tersebut.

Ya begitulah sepintas gambaran suasana CFD yang pagi kemarin terhibur dengan kehadiran 100-an IKA Alumni SMPN Plupuh angkatan 1989 itu.

Membawa spanduk bertuliskan identitas alumni, mereka mencoba mengingatkan akan Hari Tertawa se-Dunia yang jatuh pada tanggal kemarin.

Koordinator aksi sekaligus Ketua IKA Alumni SMPN 1 Plupuh, Agus Setyo Utomo, mengungkapkan aksi tertawa massal itu sengaja digelar untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya tertawa yang sudah dicatat sebagai momen sejarah dunia.

“Kami ingin menyampaikan pesan dan mengajak kepada masyarakat untuk tertawa karena tertawa itu sehat. Kalau sudah sehat, harapannya tentu pikiran dan badan akan sehat sehingga punya semangat yang sehat pula,” paparnya sembari sedikit tertawa.

Namun, lebih dari itu, Agus yang kini berdomisili di Kadipiro Solo itu menuturkan aksi tertawa massal itu juga untuk menghilangkan kepenatan publik atas situasi bangsa ini.

Kegaduhan elite politik, korupsi dan pungli yang masih masif, hingga hukum yang belum tegak, adalah kondisi yang membuat bangsa ini bisa terbilang dalam kondisi kurang sehat.

“Di tengah situasi bangsa yang saat ini bingung dalam tanda kutip, kita harus bisa membuat masyarakat tetap tertawa. Dengan begitu harapannya bangsa ini juga bisa tertawa dan sehat kembali,” jelasnya.

Sekitar satu jam tertawa lepas, aksi mereka ditutup dengan menyosialisasikan kepada pengunjung untuk tidak lupa tertawa dan bahagia.

Salah satu warga Pelemgadung, Sragen, Joko mengaku tak mengetahui jika tertawa ternyata juga diperingati dan ditetapkan tanggal sendiri.

Ia tak menampik jika situasi saat ini memang membuat warga, termasuk dirinya, memang sedikit mengurangi tertawa.

Lha gimana, listrik saja naik tiga kali. Belum lagi nanti tarif air juga mau naik. Apa-apa naik, sementara ekonomi malah makin seret,” katanya.

Wardoyo