JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Apesnya Tronton Ini. Sudah 2 Hari Terjebak di Jeglongan Sewu Sragen, Sopirnya...

Apesnya Tronton Ini. Sudah 2 Hari Terjebak di Jeglongan Sewu Sragen, Sopirnya Kehabisan Uang Saku

1321
Kondisi tronton asal Cirebon bermuatan semen curah yang masih tergolek miring akibat terjebak lubang besar di jalan Tanon-Sragen tepatnya di Desa Ngrangging, Sidoharjo, Senin (29/5/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Nasib apes dialami oleh sebuah tronton bermuatan semen bernopol N 8636 UC. Tronton asal Cirebon yang hendak mengantar muatan semen curah ke Randu Kembar, Sine, Sragen itu harus menerima kenyataan pahit setelah gagal melanjutkan perjalanan akibat terguling di jalan rusak Sidoharjo, Sragen.

Tronton itu terpaksa harus berhenti karena roda belakang sebelah kiri ambles sedalam hampir 20 sentimeter akibat kondisi jalan yang berlubang dan tak kuat menahan beban tronton. Insiden itu terjadi sejak Minggu (28/5/2017) pagi dan hingga Senin (29/5/2017), tronton belum bisa dievakuasi.

Sopir truk, Jamari (53), warga Kedungbunder, Gempol, Cirebon menuturkan musibah itu berawal ketika dirinya hendak mengirim pasokan dari Cirebon ke Sragen. Dirinya yang biasanya melintasi jalur utama Solo-Sragen, kemarin diperintah melintasi Karang Gede dan menuju Sragen lewat Gemolong serta Tanon.

Sesampai di jalur Sidoharjo tepatnya depan Bakso Ngrangging, yang separuh sudah dicor, mendadak trontonnya ambles dan tak bisa berjalan. Saat ditengok, ternyata roda belakang sudah terjerembab hingga 20 sentimeter.

“Sudah sejak kemarin pagi jam 10.00 WIB sampai sekarang mogok di sini. Saya nyopirnya sendirian karena uang sakunya ngepres,. Nah kemarin pas lewat sini, saya hanya tengok kanan saja karena banyak besi-besi cor. Nggak tahunya roda kiri malah ambles,” paparnya kepada Joglosemar, Senin (29/5/2017).

Ia menguraikan saat kejadian sebenarnya amblesnya roda belum begitu dalam. Namun karena turun hujan seharian hingga malam, kedalaman amblesnya ban terus bertambah. Ia mengaku sangat sedih karena hingga dua hari, teman yang hendak menolong bongkar muatan belum juga datang.

Menurutnya dengan kondisi mogok dua hari itu, memang sangat menyusahkan. Sebab selain memperlambat waktu pengiriman, biaya juga membengkak terutama untuk biaya makan.

“Sudah sangunya kemarin ngepres, tambah ini mogok dua hari. Sedih saya Mas, mau beli makan bingung. Kalau nggak dibongkar dulu gak bisa ditarik karena berat,” tukasnya.

Sementara, akibat kejadian itu, arus kendaraan roda empat dari arah Sidoharjo-Tanon maupun sebaliknya terpaksa tertutup. Sebab, jalur sebelahnya yang sudah dicor belum bisa dilewati. Sebagian pengemudi roda empat terpaksa harus mencari jalan lain melewati jalan kampung-kampung di sekitarnya. Wardoyo

BAGIKAN