JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Asuransi Ternak Belum Diminati Warga Klaten

Asuransi Ternak Belum Diminati Warga Klaten

62
BAGIKAN
Joglosemar |Dani Prima
KUNKER MENRISTEK DIKTI –Menristek Dikti Mohamad Nasir (tengeh,batik biru muda) saat mendengarkan penjelasan dari dekan Fakultas Peternakan UGM Prof Ali Agus terkait perkembangan riset CoE di kompleks peternakan PT Widada Makmur Perkasa desa Jambakan kecamatan Bayat, Selasa (31/1).

KLATEN – Minat peternak di Klaten untuk mengasuransikan ternak sapi melalui program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) masih rendah.

Sejak program yang diluncurkan pemerintah pusat pada tahun 2016 lalu, sampai tahun 2017 baru ada 845 ekor sapi betina atau kurang dari 10 persen dari total sekitar 15.000 sapi betina di Klaten.

Kepala Seksi Pengembangan Usaha Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Tri Yanto mengatakan, sampai bulan Mei 2017 baru ada penambahan 20 ekor sapi betina yang masuk asuransi.

“Ini sudah menginjak bulan Mei, baru ada tambahan 20 ekor sapi betina yang masuk asuransi. Sangat minim. Padahal target sampai akhir tahun ini 500 ekor sapi betina,” ungkapnya, Minggu (21/5).

Menurut Tri Yanto, minimnya capaian tersebut disebabkan karena masih rendahnya minat peternak untuk mengasuransikan ternak sapi betina melalui program AUTS. Padahal, populasi sapi betina di Kabupaten Klaten cukup besar, yakni mencapai 15.000 ekor.

“Saat ini sudah ada total 845 ekor sapi betina milik 35 kelompok peternak sapi terdaftar dalam porgram AUTS. Dari 845 ekor sapi tersebut saat ini sudah ada tujuh ekor yang diklaim. Nilai klaim rata-rata Rp 10 juta per ekor,” jelasnya.

Tri Yanto menjelaskan, pogram AUTS merupakan program dari pemerintah pusat yang bertujuan untuk melindungi sapi betina dari kematian akibat penyakit, kecelakaan, dan melahirkan. Juga melindungi usaha ternak sapi.

“Premi asuransi Rp 200.000, dan dapat subsidi dari pemerintah Rp 160.000, sehingga peternak hanya membayar premi Rp 40.000 per tahun. Meski nilai premi hanya Rp 40.000 per tahun, kenyataannya peternak masih banyak yang enggan mengasuransikan sapinya,” katanya.

Tri Yanto menambahkan, meski belum sesuai yang diharapkan, namun pihaknya bersyukur karena pengikut program AUTS di Kabupaten Klaten masih tertinggi di Jawa Tengah.

Hingga mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat sebagai kabupaten pelaksana program AUTS berprestasi.

Guna lebih meningkatkan minat peternak mengasuransikan ternak sapinya, pihaknya gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat dan kelompok ternak sapi. “Kami mengajak peternak untuk memanfaatkan program ini,” ujarnya.

Dani Prima