JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Bandar Judi Sragen Tewas Saat Jalani Status Tahanan di LP Sragen

Bandar Judi Sragen Tewas Saat Jalani Status Tahanan di LP Sragen

1737
BAGIKAN
Barang bukti ayam sabung dan puluhan sepeda motor dari arena judi sabung ayam terbesar di Sragen saat diamankan di Mapolres Sragen, Minggu (19/3/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN—Bandar judi sabung ayam terbesar di Sragen yang berstatus PNS eselon IV, DNP (42), diketahui tewas, Jumat (26/5/2017) malam.

Bandar judi beromzet miliaran rupiah yang terakhir menjabat sebagai Kasie di Kecamatan Sumberlawang itu meninggal dalam status menjalani tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Sragen.

Bandar judi yang ditangkap karena menggawangi sabung ayam di dekat Taman Makan Pahlawan Manding, Cantel Kulon, Sragen Kulon pada akhir Maret silam itu dikabarkan tewas akibat serangan stroke.

Informasi yang dihimpun Joglosemar, PNS kelahiran Tulungagung, Jatim yang berdomisili di Kampung Tegalsari, Sragen Kulon itu meninggal sekira pukul 18.30 WIB di RSUD Dr Soehadi Prijonagoro, Sragen.

Beredar kabar, sebelum dilarikan ke rumah sakit, yang bersangkutan dilaporkan sempat diketahui terjatuh di kamar mandi LP Sragen.

“Iya benar. Meninggalnya kemarin malam (Jumat, 26/5). Saya juga baru dapat laporan dari dokter Ani, yang sempat menangani di ICU,” ujar Kabid Pelayanan RSUD Dr Soehadi Prijonagoro, Sri Herawati, Sabtu (27/5/2017).

Kabid yang akrab disapa Dokter Hera itu menguraikan, saat dilarikan ke RSUD yang berseberangan dengan LP, DNP sudah dalam kondisi tidak sadar. Dari diagnosis awal, yang bersangkutan diketahui mengalami serangan stroke mendadak.

Ia juga memastikan saat tiba di RSUD, DNP juga diketahui dalam kondisi sangat kritis. Dalam istilah medis, kondisinya dalam kategori DCS 3. Namun, ia meyakinkan dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh PNS tersebut.

“Waktu sampai di rumah sakit, dia sudah tak sadarkan diri atau istilahnya sudah koma. Lalu dirawat di ruang ICU. Kelihatannya sempat nginep di ICU dan mendapat perawatan sebelum kemudian meninggal kemarin. Enggak ada tanda-tanda kekerasan fisik,” terangnya.

Kepala LP Kelas II A Sragen, Rudy Djoko Sumitro membenarkan tewasnya DNP. Namun ia mengatakan yang bersangkutan tidak jatuh di kamar mandi terlebih dahulu.

Menurutnya, tiba-tiba saja, tangan dan kaki DNP tak bisa digerakkan dan kemudian dilarikan ke RSUD Sragen. “Dirawatnya sejak tiga hari yang lalu namun kondisinya semakin menurun,” ujarnya melalui pesan singkat.

Lebih lanjut, Rudy menguraikan PNS eselon IV itu memang dititipkan di LP Kelas II A dengan status tahanan titipan Pengadilan Negeri (PN) Sragen.