Banyak Manfaatnya, Tapi Peternak di Klaten Enggan Gunakan Asuransi Sapi

    Banyak Manfaatnya, Tapi Peternak di Klaten Enggan Gunakan Asuransi Sapi

    59
    TAK DIASURANSI– Warga membawa sapi, ternak mereka di truk bak terbuka usai bertransaksi di sebuah pasar hewan di Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Para peternak di provinsi ini masih enggan untuk mengasuransikan sapi betina melalui program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).
    Antara/Aditya Pradana Putra

    KLATEN – Minat peternak di Klaten untuk mengasuransikan ternak sapi melalui program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) masih rendah. Sejak program yang diluncurkan pemerintah pusat pada tahun 2016 lalu, sampai tahun 2017 baru ada 845 ekor sapi betina atau kurang dari 10 persen dari total sekitar 15.000 sapi betina di Klaten.

    Kepala Seksi Pengembangan Usaha Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Tri Yanto mengatakan, sampai Mei 2017 baru ada penambahan 20 ekor sapi betina yang masuk asuransi.

    “Ini sudah menginjak bulan Mei, baru ada tambahan 20 ekor sapi betina yang masuk asuransi. Sangat minim. Padahal target sampai akhir tahun ini 500 ekor sapi betina,” ungkapnya, Minggu (21/5).

    Baca Juga :  Sido Muncul Berangkatkan 15.000 Pemudik Gratis

    Menurut Tri Yanto, minimnya capaian tersebut disebabkan karena masih rendahnya minat peternak untuk mengasuransikan ternak sapi betina melalui program AUTS. Padahal, populasi sapi betina di Kabupaten Klaten cukup besar, yakni mencapai 15.000 ekor.

    “Saat ini sudah ada total 845 ekor sapi betina milik 35 kelompok peternak sapi terdaftar dalam program AUTS. Dari 845 ekor sapi tersebut saat ini sudah ada tujuh ekor yang diklaim. Nilai klaim rata-rata Rp 10 juta per ekor,” jelasnya.

    Tri Yanto menjelaskan, pogram AUTS merupakan program dari pemerintah pusat yang bertujuan untuk melindungi sapi betina dari kematian akibat penyakit, kecelakaan dan melahirkan. Juga melindungi usaha ternak sapi.

    Baca Juga :  Kagama Bagikan 700 Sarung Gratis di Solo

    “Premi asuransi Rp 200.000, dan dapat subsidi dari pemerintah Rp 160.000, sehingga peternak hanya membayar premi Rp 40.000 per tahun. Meski nilai premi hanya Rp 40.000 per tahun, kenyataannya peternak masih banyak yang enggan mengasuransikan sapinya,” katanya.

    Tri Yanto menambahkan, meski belum sesuai yang diharapkan, namun pihaknya bersyukur karena pengikut program AUTS di Kabupaten Klaten masih tertinggi di Jawa Tengah. Hingga mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat sebagai kabupaten pelaksana program AUTS berprestasi.

    Dani Prima

    BAGIKAN