JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Banyak Paku Marka di Jalan Lawu Karanganyar Hilang Misterius

Banyak Paku Marka di Jalan Lawu Karanganyar Hilang Misterius

210
ilustrasi paku marka. Foto : pakumarkajalancom

KARANGANYAR –  Banyaknya paku marka di Jalan Lawu, Karanganyar yang hilang, dinilai membahayakan pengguna jalan. Pantauan di lapangan, deretan paku marka (mata kucing) di sepanjang jalan depan Makodim Karanganyar dan Satlantas hilang misterius.

Namun demikian, Cahyo (28), pedagang di kawasan Alun-alun Karanganyar tak melihat adanya aktivitas mencurigakan yang mencongkel paku marka. Ia menduga paku marka hilang karena terlindas kendaraan.

“Sepengetahuan saya nggak ada yang nyongkel, gimana mau nyongkel wong kendaraan di sini kenceng-kenceng. Mungkin hilang karena kelindes mobil,” ujarnya Selasa (16/5/2017).

Hal senada diuingkapkan Nurul (22). Warga Jongke, Karanganyar ini juga tidak pernah melihat adanya aktivitas mencurigakan di ruas jalan Lawu. Ia menduga paku marka terlepas dari jalan dan dibuang warga agar tidak membahayakan.

“Saya sering nongkrong di sini sampai malam, nggak pernah liat ada yang mencurigakan. Paling itu lepas terus dibuang biar nggak membahayakan,” katanya  (Rabu (17/5/2017).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Karanganyar, Edy Sriyatno mengungkapkan, pemasangan paku marka bagian dari  peningkatan kualitas jalan tahun 2016 lalu. Pemasangan paku marka sangat penting bagi keselamatan masyarakat yang melintas di jalan.

Dikatakan, paku marka mempertegas garis marka, sehingga pada malam hari paku marka akan bersinar jika terkena sorot lampu kendaraan. Pengendara sehingga kendaraan yang menginjak marka akan merasakan getaran dan kembali ke jalur.

“Ini sangat penting bagi keselamatan pengendara setelah median jalan di hilangkan,” ujar Edy (20/5).

Menurutnya, masa pemeliharaan jalan termasuk paku marka oleh rekanan berakhir Juni mendatang. Ironisnya, sejumlah paku marka hilang.

Selain di jalan Lawu, paku marka di jalan Nyi Ageng Karang kawasan Taman Pancasila juga hilang. Padahal pihaknya akan segera menyerahkan pengelolaan fasilitas lalulintas itu pada Dinas Perhubungan.

“Kalau diambil rasa-rasanya tidak. Mungkin terlepas dari wadahnya karena terlindas kendaraan yang lewat. Maka kami minta rekanan untuk segera memperbaiki karena masa pemeliharaan akan segera berakhir,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Karanganyar, Sundoro juga mengungkapkan hal serupa.

Ia menduga paku marka terlepas karena terlindas kendaraan. Paku marka yang terlepas dibuang masyrakat lantaran dinilai mebahayakan pengguna jalan.

“Mungkin terlepas, dan bekasnya dibuang olah maysrakat. Kalau dicuri sepertinya tidak, mau buat apa,” katanya.

Sundoro membenarkan, pemasangan paku marka merupakan bagian dari kegiatan DPU Karanganyar. Hingga saat ini DPU belum menyerahkan tanggung jawab pengelolaan dan aset tersebut pada pihaknya.

“Nanti saya akan koordinasi dengan DPU, tapi kami berharap paku marka kembali utuh sebelum diserahkan pada kami,” imbuhnya.

Berbeda halnya dengan Kanit Regident Satlantas Polres Karanganyar Iptu Achmad Ridwan Prevost.

Ia menduga hilanganya paku marka di sejumlah ruas jalan disebabkan ‘tangan-tangan jahil’. Bahkan sejumlah paku marka di depan Mako Satlantas Polres Karanganyar hilang tanpa bekas.

“Saya menduga hilangnya paku marka ini karena ada yang mencuri,” ujarnya Rabu (17/5/2017)

Sayang pihaknya tidak memiliki bukti kuat atas dugaan pencurian  itu. Terlebih dugaan adanya aksi pencurian tidak ada dalam rekaman  CCTV mako Satlantas Polres Karanganyar.

“Meskipun CCTV berada di luar tapi tidak menangkap suasana di depan Mako, sebab hanya mengakomodir untuk merekam situasi dan keamanan Mako. Tapi kami akan melakukan penyelidikan, “ ujarnya.

Hal tersebut dilakukan, sebab hilangnya paku marka berakibat fatal bagi keselamatan pengguna jalan. Sebab ruas jalan Lalu tidak lagi memiliki median jalan.

Keberadaan paku marka bagai pita kejut yang memberikan sinyal kepada pengendara agar tidak melewati marka jalan.

“Kalau hilang  semua bisa fatal,  karena ruas jalan tidak ada mediannya. Kami sebenarnya sudah usulkan agar dibuat median jalan karena ruas jalan ini lebar dan rawan kecelakaan,” pangkasnya.

Arief Setiyanto

BAGIKAN