JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Banyak Siswa SMP-SMA Jadi Korban, Muncul Desakan Hukuman Tembak Bagi Bandar Pil...

Banyak Siswa SMP-SMA Jadi Korban, Muncul Desakan Hukuman Tembak Bagi Bandar Pil Koplo di Sragen

2472
BAGIKAN
Tersangka bandar besar pil koplo asal Gondang yang digerebek di indekosnya di Teguhan, Sragen Wetan saat ditahan di Mapolres, Jumat (26/5/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Maraknya peredaran obat-obatan terlarang maupun pil koplo yang diedarkan ke kalangan pelajar di Sragen, membuat sebagian warga geram. Berbagai desakan untuk hukuman berat terhadap pengedar dan bandar mulai disuarakan.

Rata-rata mendesak agar aparat menindak tegas bahkan berani menembak para pengedar atau bandar pil koplo yang tertangkap. Tindakan itu dianggap layak diberikan mengingat aktivitas peredaran pil koplo ke kalangan pelajar itu dinilai sangat membahayakan dan bisa merusak masa depan siswa.

“Saya sepakat kalau pas ditangkap ditembak saja. Entah mati atau tidak, yang penting ditembak. Biar memberi efek jera. Karena peredaran pil koplo di kalangan pelajar Sragen ini sudah mengkhawatirkan. Sudah banyak anak SMP dan SMA sekarang jadi korban pil koplo. Buktinya, banyak bandar dan pengedar tertangkap, masih terus ada yang bermunculan,” papar Indar (46), salah satu warga Karangmalang, Minggu (28/5/2017).

Ia memandang pengedar atau bandar pil koplo tak ubahnya pengedar narkoba sehingga layak pula dihukum berat seperti halnya pengedar narkoba. Bahkan, menurutnya, pengedar pil koplo jauh lebih berbahaya karena sasarannya adalah pelajar. Dan di Sragen, korban-korban pil koplo sudah merata tidak hanya di sekolah kota namun juga di pelosok-pelosok pedesaan.

“Demi generasi kita ke depan. Saya juga punya anak dan bersekolah. Siapa yang nggak khawatir tiap hari ada bandar pil koplo yang berkeliaran. Apa jadinya kalau generasi kita dirusak oleh obat-obatan seperti itu. Iya sekarang masih tarafnya pil koplo, saya yakin pelan-pelan nanti kalau sudah kecanduan akan bisa naik ke narkoba,” tuturnya.

Senada, Joko (48), warga Pelemgadung, juga mengaku resah dengan maraknya peredaran obat-obatan terlarang yang menyasar kalangan pelajar. Ia pun berharap aparat kepolisian lebih serius memberantas peredarannya tak hanya sebatas di pengedar, namun juga dibersihkan hingga bandarnya.

“Kalau perlu dihukum mati saja. Karena akibat pil koplo yang mereka edarkan, pelajar jadi rusak. Padahal pelajar itu harapan dan masa depan orangtua,” tukasnya.

Menanggapi hal itu, Kasat Narkoba Polres Sragen, AKP Joko Satriyo Utomo menilai permintaan warga tidak bisa mewakili atas sebuah putusan hakim dan tahapan proses hukum yang memang harus dilalui. Menurutnya secara tupoksi, penyidik tugasnya mengumpulkan bukti guna menentukan tersangkanya, jaksa membuktikan di sidang dan hakim yang memutuskan.

“Kalaupun hakim memutus hukuman mati, masih ada upaya banding, kasasi hingga PK dan grasi,” paparnya.

Namun, ia menegaskan Polres Sragen tetap berkomitmen untuk terus memberantas sel-sel peredaran narkoba maupun pil koplo. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya pengedar dan bandar pil koplo yang sudah ditangkap. Saat ini pihaknya juga terus mengembangkan penyelidikan terkait pemasok pil koplo yang disebut-sebut berasal dari Jakarta tersebut. Wardoyo