JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Barang Keraton Dicuri, Polisi Selidiki Kemungkinan Benda Cagar Budaya

Barang Keraton Dicuri, Polisi Selidiki Kemungkinan Benda Cagar Budaya

38
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
MENCURI BARANG KERATON – Kasat Reskrim Polresta Surakarta, Kompol Agus Puryadi (kiri) memeriksa barang bukti yang diamankan dari tiga tersangka pencurian barang milik Keraton Kasunanan Surakarta di Mapolresta Surakarta , Selasa (16/5). Dua barang berharga milik Keraton Kasunanan Surakarta berupa patung loro blonyo dan tongkat dicuri oleh tersangka untuk dijual.

SOLO – Dua warga Kampung Langensari, Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasarkliwon, ditangkap polisi karena diduga terlibat aksi pencurian di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta. Dua warga yang diketahui bernama Joko Margono (59) dan Sarfan (59).

Joko ditangkap di dalam kompleks keraton Senin (15/5/2017) dini hari sekitar 02.00 WIB. Sedangkan Sarfan yang diduga sebagai penadah barang curian ditangkap tidak lama setelahnya. Sebelum ditangkap, Joko yang hendak melakukan aksi pencurian diketahui GKR Timoer Rumbai.

Putri PB XIII yang menghuni Keputren ini telah memasang jebakan berupa tali yang diberi kaleng dan diikatkan di kursi.

“Saat pelaku menyandung tali jebakan menimbulkan suara gaduh hingga membangunkan penghuni keraton,” ujar Petugas. Humas Polsek Pasarkliwon, Aipda Samiun, Senin (15/5) siang.

Mengetahui ada pencuri pihak keraton langsung menghubungi polisi. “Setelah dilakukan pencarian dengan menyisir kompleks keraton, pelaku berhasil ditangkap di semak-semak di dalam komplek keraton. Pelaku langsung digelandang ke Mapolresta Surakarta guna penanganan lebih lanjut,” imbuh dia.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku telah mencuri sejumlah barang di dalam keraton. Barang yang dicuri di antaranya patung Loro Blonyo dan dua buah bokor kecil.

Pelaku diduga masuk dengan cara melompati tembok Langensari di barat Sasono Putra. Lokasi di barat tembok Langensari merupakan permukiman warga.

Kasat Reskrim Polresta Surakarta Kompol Agus Puryadi saat dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengembangan untuk mengungkap keterlibatan pelaku lainnya.

Sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan apakah barang-barang yang dicuri termasuk benda cagar budaya. “Kami akan menanyakan kepada dinas yang membidangi benda cagar budaya (BPCB Jawa Tengah),” imbuh dia.

Sementara itu, salah satu kerabatan Keraton Kasunanan Surakarta KGPH Benowo saat dikonfirmasi wartawan juga belum dapat memastikan apakah barang yang dicuri termasuk benda cagar budaya atau tidak.

#Satria Utama