JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Bawa Kabur Motor Warga Sambungmacan, Tim Resmob Polres Sragen Amankan Bodong di...

Bawa Kabur Motor Warga Sambungmacan, Tim Resmob Polres Sragen Amankan Bodong di Putatsari

252
BAGIKAN
ilustrasi pencuri motor. Foto : Maksum NF

SRAGEN—Tim Resmob Polres Sragen menangkap Aris Wahyudi alias Bodong (33), warga Dukuh Krajan RT 1 RW I, Desa Putatsari, Grobogan, Senin (1/5/2017).

Pria itu ditangkap setelah dilaporkan melakukan penipuan dengan membawa kabur sepeda motor milik Sukidi (47), warga Dukuh Kedungkendang RT 16, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan.

Menariknya, pelaku yang terbilang baru kenal, nekat menipu korban dengan modus menukar motor Vario miliknya dengan motor Honda Revo milik korban.

Namun, ternyata motor yang ditinggalkan pelaku diketahui bodong alias hasil tindak kejahatannya di Grobogan.

Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso melalui Kasat Reskrim AKP Supadi mengungkapkan, pelaku ditangkap di daerah Lodran, Kecamatan Nambuhan, Grobogan pada pukul 16.00 WIB kemarin.

Penangkapan dilakukan setelah melalui serangkaian pengembangan dan penyelidikan terkait aksi penipuannya yang dilaporkan oleh korban pada 25 April silam.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan motor Honda Revo AD 2763 AN milik korban yang digondol pelaku. Motor Honda Vario bodong milik pelaku yang sempat ditinggal di rumah korban sebagai pengganti, juga turut diamankan.

“Pelaku bakal dijerat dengan pasal 372 atau 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” kata Supadi.

Sementara, salah satu penyidik Reskrim, Ipda Syamsudin menjelaskan, penipuan itu bermula ketika pelaku berpura-pura jajan di warung tahu kupat milik korban pada 24 April silam di Dukuh Kedungkendang, Cemeng. Saat itu pelaku menawarkan motor Vario-nya untuk ditukar dengan Revo milik korban.

Saat itu, korban sempat tertarik namun ia kemudian menolak karena motor Vario pelaku tidak ada STNK maupun BPKB. Dua hari kemudian, pelaku datang lagi dan malah ikut ke rumah korban. Sesampai di rumah korban, ia kembali menawarkan motornya.

Dengan dalih meminjam untuk mengambil STNK dan BPKB, pelaku membawa motor korban dan kemudian meninggalkan motor bodongnya. Setelah ditunggu, ternyata pelaku tak kembali. Merasa sudah ditipu, korban akhirnya melaporkan kasus itu ke polisi.

Wardoyo