JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Begini Lanjutan Kasus Perjudian Sabung Ayam di Sragen Setelah “Sang Bandar” Tewas

Begini Lanjutan Kasus Perjudian Sabung Ayam di Sragen Setelah “Sang Bandar” Tewas

350
BAGIKAN
Barang bukti ayam sabung dan puluhan sepeda motor dari arena judi sabung ayam terbesar di Sragen saat diamankan di Mapolres Sragen, Minggu (19/3/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN—Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen menyatakan resmi menghentikan proses perkara kasus perjudian yang melibatkan terdakwa PNS eselon IV, DNP (42).

Keputusan tersebut diambil menyusul tewasnya PNS yang menjabat sebagai Kasie di Kecamatan Sumberlawang tersebut, saat menjalani masa penahanan di LP Kelas II A Sragen, akhir pekan lalu.

Kepala Kejari Sragen, Herrus Batubara mengungkapkan, sudah mendapat laporan perihal tewasnya PNS kelahiran Tulungagung, Jatim yang berdomisili di Kampung Tegalasri, Sragen Kulon tersebut.

Menurutnya, dengan kondisi terdakwa yang sudah meninggal, secara otomatis proses perkara yang saat ini memasuki masa persidangan juga dihentikan.

“Karena terdakwanya meninggal, perkara secara otomatis dihentikan. Dan persidangan akan ditutup dan tidak lagi dilanjutkan,” paparnya kepada Joglosemar, Minggu (28/5/2017).

Seperti diberitakan, bandar judi yang ditangkap karena menggawangi sabung ayam di dekat Taman Makan Pahlawan Manding, Cantel Kulon, Sragen Kulon Maret silam itu, meninggal akibat serangan stroke mendadak pada Jumat (25/5/2017) malam. Sempat dirawat tiga hari di ICU RSUD Sragen, nyawanya akhirnya tak terselamatkan.

Kabid Pelayanan RSUD Dr Soehadi Prijonagoro, Sri Herawati menyampaikan saat tiba di RSUD, Dendi juga diketahui dalam kondisi sangat kritis. Namun, hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh PNS tersebut.

Hak

Kepala LP Kelas II A Sragen, Rudy Djoko Sumitro membenarkan tewasnya DNS. Namun ia mengatakan yang bersangkutan tidak jatuh di kamar mandi terlebih dahulu.

Menurutnya, tiba-tiba saja, tangan dan kaki DNS yang berstatus tahapan titipan PN itu, tak bisa digerakkan dan kemudian dilarikan ke RSUD Sragen.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto menyampaikan dengan meninggalkan tersangka atau terdakwa, maka rencana sanksi disiplin sebagai PNS yang akan dijatuhkan, juga otomatis gugur. Namun, ia memastikan Pemkab tetap akan memberikan hak-hak almarhum kepada ahli waris atau keluarga yang berhak.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sarwaka menyampaikan sejak menjalani tahanan, almarhum memang sudah dijatuhi sanksi yakni hanya menerima gaji 75 persen. Sedangkan sanksi disiplinnya akan menunggu putusan inkrah dari perkaranya.

Wardoyo