JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Begini Sidang Lanjutan Kasus Diksar Mapala UII, Didakwa Lakukan Pemukulan

Begini Sidang Lanjutan Kasus Diksar Mapala UII, Didakwa Lakukan Pemukulan

84
BAGIKAN
SIDANG LANJUTAN—Dua terdakwa, M Wahyudi dan Angga Septiawan menjalani sidang lanjutan kasus diksar Mapala UII di PN Karanganyar, Rabu (24/5). Foto : Satria UTama

KARANGANYAR—Surat dakwaan terhadap dua terdakwa kasus pendidikan dasar (diksar) Mapala UII dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Rabu (24/5/2017).

Dalam dakwaan, disebutkan sejumlah aksi kekerasan oleh dua terdakwa terhadap tiga korban tewas peserta kegiatan diksar di Dukuh Tlogodlingo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Dalam dakwaan dibacakan kronologi kegiatan diksar mulai Sabtu (14/1/2017) hingga Jumat (20/1/2017).

Di awal kegiatan, sejumlah tindak kekerasan seperti pukulan baik dengan tangan dan alat berupa potongan kayu, ranting pohon dilakukan terhadap para peserta.

Selain itu para peserta juga dikenai tamparan, tendangan, hingga bantingan. Tindak kekerasan itu dialami para peserta selama pelaksanaan kegiatan.

Bahkan, terhadap korban tewas yakni M Fadhli sempat dibanting. Begitu pula sejumlah tindak kekerasan terhadap dua korban tewas lainnya, yakni Syaits Asyam dan Ilham Nur Padmy Listia Adi.

“Sejak hari pertama seluruh peserta datang ke arena diksar di Dusun Tlogodringo sudah dilakukan adegan kekerasan oleh hampir seluruh panitia. Terutama oleh dua terdakwa. Tindakan menendang, memukul baik dengan tangan maupun dengan kayu serta tongkat yang menyerupai rotan, serta tindakan kekerasan lainnya hampir selalu diterima oleh para peserta diksar yang jumlahnya ada 37 orang. Hasil autopsi memperlihatkan tiga korban meninggal dunia mengalami luka akibat benda tumpul,” ucap JPU Heru Prasetya saat membacakan potongan surat dakwaan.

Dua terdakwa M Wahyudi dan Angga Septiawan tampak serius mendengar pembacaan surat dakwaan. Kedua terdakwa bertindak sebagai staf operasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dalam sidang di Ruang Sidang Chandra PN Karanganyar itu, JPU membacakan surat dakwaan setebal 48 halaman. Sidang dipimpin oleh Wakil Ketua PN Karanganyar Mujiono dan dua anggota majelis hakim, M Nafis dan Nevy Wahyu.

Atas perbuatannya, M Wahyudi dan Angga Septiawan didakwa melanggar pasal 170 ayat (2) ke 1 dan 3 KUHP atau pasal 351 ayat (1) dan (3) KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tentang tindakan kekerasan secara bersama-sama di muka umum yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

Ketua Majelis Hakim, Mujiono mengetuk palu sidang ditunda selama satu pekan. Sidang lanjutan pada Rabu (31/5/2017) mendatang dengan agenda mendengarkan nota keberatan dari penasihat hukum terdakwa.

Satria Utama