JOGLOSEMAR.CO Sport Sport Nasional Belum Ada Laporan Terkait Korban dan Kerugian Pasoepati

Belum Ada Laporan Terkait Korban dan Kerugian Pasoepati

1843
BAGIKAN
Dok Joglosemar
Rombongan Pasoepati saat hendak berangkat mendukung Persis Solo, beberapa waktu lalu.

SOLO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pasoepati belum menerima laporan terkait adanya korban atau pun kerusakan kendaraan dalam kericuhan di wilayah Wonosari, Gunung Kidul, DIY, Minggu (7/5/2017) malam. Seribuan anggota yang ikut nglurug ke Bantul tiba di Solo sekitar pukul 22.00 WIB.

“Sampai saat ini belum ada laporan. Dan semoga memang tidak ada yang luka atau pun mengalami kerusakan kendaraan. Sepengetahuan kita semua rombongan tidak ada yang tertinggal di wilayah Gunung Kidul. Tadi malam rombongan sudah sampai Solo,” terang Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, Senin (8/5/2017) sore.

Ginda menuturkan, pengamanan yang dilakukan pihak kepolisian dibantu TNI sudah maksimal, untuk menghalau oknum tak bertanggung jawab melakukan penyerangan ke anggota Pasoepati.

Pihaknya berharap pelaku penyerangan yang menyebabkan sebuah motor KLX milik kepolisian dirusak di Bundaran Siyono, Playen segera diusut.

“Kami juga prihatin ketika ada warga yang menggunakan kendaraan berplat AD malah menjadi korban. Semoga ini menjadi evaluasi untuk kedepannya,” tuturnya.

Meski mendapat pengalaman tak mengenakkan, bukan berarti Pasoepati akan kendor dalam mendukung Persis Solo.

Pada Minggu (14/5/2017) mendatang, mereka bersiap untuk mendukung Laskar Sambernyawa yang akan berhadapan dengan Persipur Purwodadi di Stadion Krida Bakti Purwodadi.

“Secepatnya kami akan berkoordinasi dengan pihak Panpel Persipur dan keamanan,” ucapnya.

Terakhir kali Pasoepati nglurug ke Purwodadi pada kompetisi Divisi 2014 lalu. Ada 4.000 Pasoepati yang hadir memerahkan stadion berkapasitas 12.000 penonton tersebut. Kala itu, Persis Solo menang dengan skor 1-0 lewat gol Bayu Nugroho menit 92.

Nofik Lukman Hakim