JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Bikin Merinding, Curhat Terakhir PNS Bandar Judi Sragen Sebelum Meninggal Dalam Tahanan

Bikin Merinding, Curhat Terakhir PNS Bandar Judi Sragen Sebelum Meninggal Dalam Tahanan

6448
BAGIKAN
Ilustrasi penggerebekan judi sabung ayam

SRAGEN– Meninggalnya bandar judi sabung ayam terbesar di Sragen yang berstatus PNS eselon IV, Dendi Nindya Putra (42), memang cukup mengejutkan. Pasalnya beberapa hari sebelum kejadian, yang bersangkutan diketahui masih sehat dan tak menunjukkan gejala penurunan kondisi fisik.

Bahkan, beberapa teman PNS yang pernah dekat dengan almarhum, mengaku sempat mendengar keluh kesah dan curahan hati dari Dendi yang begitu mengharukan. Dalam curhatnya, yang bersangkutan sempat mengaku takut kalau orangtuanya drop saat mendengar dirinya sedang ditahan akibat kasus judi.

Kemudian, berkeluh kesah atas penetapan dirinya sebagai tersangka tunggal dalam kasus judi sabung ayam padahal saat penggerebekan, di lokasi judi ada puluhan hingga ratusan orang.

“Saya sempat mbesuk beberapa hari sebelum kejadian. Dia juga sempat bilang, mbok kalau bisa dibantu biar bisa keluar sebelum Lebaran. Agar dia bisa pulang dan orangtuanya tidak tahu kasusnya. Lha kok tahu-tahu tadi malam dikabari sudah meninggal. Saya jadi malah merinding sendiri,” ujar ST, alah satu rekan almarhum.

Untuk diketahui, Dendi ditangkap oleh tim Polres Sragen yang dipimpin langsung Kapolres dan Wakapolres pada 19 Maret silam saat mengorganisir perjudian sabung ayam terbesar di Sragen yang berlokasi di dekat TMP Manding. Saat dilakukan penggerebekan, polisi yang mengerahkan 50an personel mengamankan 19 orang dan puluhan lainnya kabur.

Dari hasil gelar perkara, polisi akhirnya menetapkan Dendi sebagai tersangka tunggal karena bertindak sebagai bandar atau penyelenggara perjudian lintas daerah itu. Sedangkan 18 lainnya secara mengejutkan dilepaskan dengan alasan tidak cukup bukti sebagai petaruh. Dalam perkara ini, PNS yang pernah menjabat sebagai Lurah Kroyo itu dijerat dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Dendi diketahui tewas mendadak, Jumat (26/5) malam di ruang ICU RSUD Sragen. Kepala LP Kelas II A Sragen, Rudy Djoko Sumitro membenarkan tewasnya Dendi. Namun ia mengatakan yang bersangkutan tidak jatuh di kamar mandi terlebih dahulu. Menurutnya, tiba-tiba saja, tangan dan kaki Dendi tak bisa digerakkan dan kemudian dilarikan ke RSUD Sragen.

“Dirawatnya sejak tiga hari yang lalu namun kondisinya semakin menurun,” ujarnya melalui pesan singkat. Wardoyo