JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Biksu Ajahn Brahmali Tour D’ Indonesia, Renungan Kehidupan

Biksu Ajahn Brahmali Tour D’ Indonesia, Renungan Kehidupan

23
BAGIKAN
Foto-foto: Joglosemar | Maksum Nur Fauzan
TALK SHOW—Ajahn Brahmali (tengah) menyapa penonton pada acara talk show di Hotel Novotel, Senin (22/5/2017).

Jangan terlalu merenungkan masa lalu, jangan terlalu berkhayal untuk masa depan, pusatkan pikiran pada saat ini. Itulah tema utama yang disampaikan Biksu Ajahn Brahmali dalam acara bertajuk Tour d’ Indonesia 2017 di Ruang Borobudur Hotel Novotel Solo, Senin (22/5/2017) malam.

Ajahn Brahmali yang hadir pada kesempatan ini adalah Sten Clausen, pria berkebangsaan Norwegia. Biksu yang juga lulusan sarjana teknik dan finasial ini, dikenal menyebar Dharma untuk memberikan ketenangan hidup bagi manusia.

Salah satu panitia kegiatan Johnny Candra menjelaskan acara ini akan menyampaikan perenungan tentang kehidupan. “Temanya yakni bagaimana hidup itu di saat ini, jangan di masa lalu ataupun berkhayal tentang masa depan. Hiduplah di sini, saat ini dan sekarang,” katanya.

Johnny menjelaskan, masa lalu itu tidak bisa diulang kembali dan masa depan itu belum tiba atau belum muncul. Itu hanya khayalan dan ilusi. Oleh karena itu, apa yang harus dilakukan saat ini atau sekarang. Itulah pesan yang disampaikan Biksu Ajahn Brahmali.

“Ajahn Brahmali ini mengajarkan kita bagaimana hidup di masa ini. Maksudnya begini, lakukan yang terbaik di sana, pikirkan yang terbaik sekarang. Maka otomatis yang ke depan juga akan mengikuti hal yang baik bagi kita,” urainya.

Johnny melanjutkan, dengan memikirkan dan melakukan yang terbaik untuk masa ini umat Budha khususnya dapat menjadi baik di masa depan, serta menjalani kehidupan yang baik.

“Tentu hidup kita tidak ingin menjadi madesu (masa depan suram,red) oleh karena itu kita ingin melakukan dengan usaha yang terbaik. Tanpa melihat kebelakang atau kedepan, namun pada saat ini,” ujarnya.

Ketua panitia acara, Subekti Ardiyanto mengatakan, peserta yang hadir dalam acara ini berjumlah 500 orang. Pihaknya juga mengundang tokoh-tokoh lintas agama. “Selain mengundang umat Budha dari Salatiga dan Soloraya, kita juga mengundang beberapa tokoh masyarakat dan tokoh linta agama,” katanya.