JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Blak-blakan Mantan Pelaku Soal Suburnya Lingkaran Narkoba Kalangan Birokrat di Sragen

Blak-blakan Mantan Pelaku Soal Suburnya Lingkaran Narkoba Kalangan Birokrat di Sragen

623
BAGIKAN
Dua Kanit Polsek di Polres Sragen saat menjalani pemeriksaan di Mapolres, Rabu (4/5/2017) malam. Foto/istimewa

SRAGEN- Penggerebekan pesta sabu yang melibatkan 2 Kanit Polres, petugas LP dan 2 PNS Rabu (3/5) malam juga membuka fakta baru soal keberadaan lingkaran pecandu narkoba di kalangan birokrat di Sragen.

Sejumlah pelaku dan mantan pengedar narkoba mengakui hingga kini lingkaran itu masih eksis dan melibatkan sejumlah PNS maupun aparat.

“Masih banyak. Karena mereka itu seperti ada kelompoknya sendiri. Yang PNS, ada juga oknum DPRD maupun aparat. Jadi sebenarnya nggak Cuma lima orang itu tok,” papar SD, salah satu mantan pemakai narkoba asal Sragen.

Menurutnya, keberadaan kelompok atau grup pemakai kalangan atas itu memang lebih tersembunyi. Meski diyakini mengetahui, namun adanya aparat yang ikut terlibat, menjadi faktor yang membuat keberadaan lingkaran pecandu di lingkup birokrat ini jarang terusik.

“Masih ada yang lain (PNS). Aparatnya juga masih ada yang ikut makai. Kalau mau serius memberantas, saya yakin polisi tahu. Wong sebenarnya mereka itu sudah lama makai dan orangnya itu-itu saja,” timpal JI, mantan napi yang mengetahui seluk beluk peredaran narkoba di Sragen.

Eksistensi lingkaran narkoba papan atas ini juga diperkuat dengan tertangkapnya sejumlah PNS, polisi hingga sipir LP yang terlibat narkoba dalam beberapa tahun terakhir.

Dari Polres, tercatat sudah ada mantan Kanit Reskrim Polsek Jenar,penyidik Sat Res Narkoba berinisial AS, mantan kanit Idik Resnarkoba Aiptu AGS, yang diproses
hukum karena kedapatan memakai dan mengedarkan narkoba.

Lantas dari LP, bahkan ada sekitar 5 sipir yang sudah disanksi pemecatan dalam kurun tiga tahun terakhir akibat terbukti menjadi pengedar sabu di kalangan napi maupun luar. Sedang dari legislator, ada sejumlah mantan DPRD yang terjerat dan juga diproses hukum.

“Memang narkoba itu luar biasa merasukinya. Sampai orang yang santun
pun bisa kena. Saya juga enggak nyangka kalau pegawai kami (AGP) itu juga kena. Padahal setiap hari orangya santun dan kerjanya tertib,” ujar Kepala LP Kelas II A Sragen, Rudy Djoko Sumitro, Jumat (5/5).

Ia menyampaikan memang ada tiga sipir di LP yang beberapa waktu lalu sudah dijatuhi sanksi pemecatan karena terbukti terlibat menyalahgunakan narkoba. Perihal adanya PNS yang terlibat jaringan narkoba, Sekda Sragen, Tatag Prabawanto mengaku belum mengetahui secara detail karena masih menunggu laporan dari Polres.

“Kami baru tahu dari baca koran saja. Saya juga belum dapat laporan dari Satkernya,” tukasnya.

Sementara, dari Polre Sragen belum bisa dimintai konfirmasi perihal indikasi masih adanya aparat lain yang sampai saat ini masih bermain dan terlibat. Kapolres AKBP Cahyo Widiarso belum bisa dikonfirmasi hingga Jumat (5/5) petang. (#Wardoyo)