JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Buntut Konvoi Brutal, Polisi Razia Wilayah Perbatasan Klaten-Jogja

Buntut Konvoi Brutal, Polisi Razia Wilayah Perbatasan Klaten-Jogja

200
BAGIKAN
Dok Polres Klaten
RAZIA MALAM—Polres Klaten menggelar razia malam di perbatasan Klaten–Yogjakarta, Sabtu (6/5/2017).

KLATEN—Satlantas Polres Klaten menggelar razia singa dan malam di perbatasan Klaten-Yogjakarta  selama tiga hari ini terakhir ini.

Operasi ini dilaksanakan untuk mencegah terjadinya konflik konvoi brutal seperti yang terjadi pada Selasa (2/5/2017) lalu.

Kabag Ops Polres Klaten Kompol Prayudha Widiatmoko mewakili Kapolres Klaten AKBP Muhammad Darwis mengatakan setiap menggelar razia diterjunkan sebanyak 50 personel.

Razia menyasar senjata tajam, senjata api serta barang terlarang lainnya. “Tujuan kami menekan tindak kriminalitas. Kendaraan yang masuk ke arah Klaten kami lakukan pemeriksaan,” katanya, Minggu (7/5/2017).

Menurut AKP Prayudha, sampai Sabtu (6/5/2017) malam (razai terakhir) pihaknya belum menemukan adanya indikasi barang yang mencurigakan.

“Hanya beberapa sepeda motor yang tidak lengkap suratnya sehingga kami tindak dengan tilang. Selain itu, kita akan terus gelar razia berkelanjutan. Kita harapannya wilayah Klaten terjaga keamanannya serta tidak ada sedikit pun ruang gerak tindak kriminalitas,” jelasnya.

Sementara itu, terkait kendaraan bermotor para peserta konvoi brutal pada Selasa lalu. Kasat Lantas Polres Klaten, AKP Adhityawarman mengatakan, ada 77 unit kendaraan roda dua yang ditilang dan ada sisanya sebanyak 51 kendaraan roda dua, masih akan dilakukan pendataan. Pasalnya ada kemungkinan kendaraan tersebut milik korban.

Menurutnya tilang diberlakukan juga karena sejumlah peserta konvoi tidak membawa surat kendaraan dan Surat Izin Mengemudi (SIM) lantaran masih di bawah umur.

Beberapa kendaraan juga kedapatan tidak dilengkapi dengan perlengkapan berkendara yang aman seperti tidak menggunakan spion ganda.

“Ada juga yang menggunakan knalpot blombongan. Selain tidak standar, suaranya juga mengganggu pengendara lain,” ungkapnya.

Ia menjelaskan surat tilang diberikan saat peserta konvoi akan mengambil kendaraannya. Sebelumnya pihaknya akan meminta surat-surat kendaraan untuk memastikan kepemilikan sepeda motor.

“Selanjutnya, mereka akan kami minta untuk mengikuti sidang tilang dan setelah itu baru bisa mengambil kendaraan dengan membawa kelengkapannya. Namun kami minta untuk mengganti knalpot tidak standar atau melengkapi spion di halaman Mapolres sebelum sepeda motor dibawa,” katanya menjelaskan.

Dani Prima