JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan Bupati Karanganyar Minta Orang Tua Dukung Anak Jadi TKI

Bupati Karanganyar Minta Orang Tua Dukung Anak Jadi TKI

53
BAGIKAN
Joglosemar | Satria Utama
ANTRE SALAMI BUPATI—Ratusan Siswa SMKN 1 Karanganyar antre untuk bisa menyalami Bupati Karanganyar Juliyatmono, Rabu (3/5/2017).

KARANGANYAR-Pemkab Karanganyar telah memberangkatkan sebanyak 40 anak lulusan SMK untuk menjadi tenaga kerja di Malaysia. Mereka nantinya bakal dipekerjakan di sebuah industri elektronik yang berada di Negeri Jiran. Bupati Karanganyar Juliyatmono, mengatakan, negara Malaysia masih membutuhkan sekitar 2.000 tenaga kerja lulusan SMA/SMK.

Ia menyampaikan, salah satu perusahaan asal negeri Jiran Malaysia yang menyediakan lowongan kerja adalah pembuat printed circuit board (PCB). Menurut Bupati, kepastian itu usai melakukan kunjungan kerja ke Malaysia belum lama ini. “Silakan mendaftar ke Disperindagkop UMKM, karena Pemkab Karanganyar telah menjalin kerja sama dengan perusahaan asing di Negeri Malaysia. Baru saja, 40 lulusan SMK di Karanganyar berangkat ke Malaysia. Mereka diterima bekerja di perusahaan pembuat PCB. Masih dibutuhkan banyak lagi pegawai, sekitar 2.000 orang,” ujar Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam acara pelepasan tamatan peserta didik SMKN 1 Karanganyar di Gedung Wanita, Rabu (3/5/2017).

Yuli juga menekankan kepada para orang tua agar tidak menghalangi kemauan anaknya jika akan bekerja ke luar negeri. Ia menegaskan, Pemkab Karanganyar memberikan jaminan perlindungan dan keamanan serta melakukan pantauan langsung ke Malaysia. Sehingga tahu persis mereka bekerja di mana dan di bidang apa, fasilitas yang diterima seperti apa

“Selama mereka bekerja sesuai prosedur, dengan mendaftar ke Disperindagnakerkop UMKM, kami selaku pemerintah tetap akan mengawal dan memantau perkembangan tenaga kerja kita di negeri Malaysia,” ujarnya.

Di bagian lain, Sugiyanto, Kepala Cabang Sukses Mandiri Utama Jawa Tengah yang merupakan perusahaan penyalur tenaga kerja ke Malaysia, memastikan para calon tenaga kerja tidak dipungut biaya mengikuti pelatihan. Satu-satunya biaya dikeluarkan adalah untuk pembuatan paspor. Satria Utama