JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Buruh Wonogiri Pilih Cara Elegen untuk Sampaikan Aspirasi

Buruh Wonogiri Pilih Cara Elegen untuk Sampaikan Aspirasi

40
BAGIKAN
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Wonogiri saat menggelar tasyakuran Mayday 2017 di aula Dinas Tenaga Kerja Wonogiri, Senin (1/5/2017). Foto : Aris Arianto

WONOGIRI—Peringatan Hari Buruh Internasional atau Mayday di Kabupaten Wonogiri dilaksanakan dengan menggelar sarasehan dan jalan sehat. Cara tersebut dianggap lebih elegan daripada menggelar aksi unjuk rasa atau demo.

“Peringatan Mayday tidak harus dengan demo. Justru dengan cara-cara non-demo akan menjadi lebih elegan,” ungkap Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Wonogiri, M Seswanto di sela tasyakuran Mayday 2017 di aula Dinas Tenaga Kerja Wonogiri, Senin (1/5/2017).

Cara-cara yang elegan itu, dikatakan Seswanto, adalah dengan duduk bersama dengan para pemangku kepentingan dan membicarakan permasalahan dan tuntutan kesejahteraan para buruh.

Hari Buruh tahun ini pun ditempuh KSPSI Wonogiri melalui sarasehan bersama Pemkab Wonogiri, asosiasi pengusaha, dan komponen lainnya. Sarasehan digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Minggu (30/4).

“Pemkab menanggapi lebih baik saat sarasehan itu. Saya yakin semua permasalahan bisa diselesaikan di atas meja,” tandas dia.

Dalam sarasehan itu dibeberkan semua permasalahan perburuhan, khususnya yang ada di Kota Sukses. Di antaranya, masih ada tenaga kerja yang belum ter-cover BPJS Ketenagakerjaan.

Juga soal tenaga kerja outsourcing dan soal perusahaan yang belum memberikan upah sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Melalui sarasehan itu, pihaknya menuntut Pemkab bisa memperjuangkannya. Apalagi kemajuan buruh, khususnya di ranah kesejahteraan, merupakan salah satu indikasi kemajuan suatu daerah.

Disinggung soal UMK Wonogiri yang tahun ini berada pada kisaran Rp1,4 juta, Seswanto mengatakan sebenarnya jumlah itu sudah bisa cukup untuk kebutuhan buruh. Yang sering membuat tidak cukup adalah para buruh sendiri yang mengejar gaya hidup.

“Berapapun pendapatan kalau digunakan untuk gaya hidup ya pasti kurang,” tegas dia sembari menyebutkan jumlah anggota KSPSI Wonogiri mencapai 20.000 buruh dari 57 perusahaan.

Kepala Disnaker Wonogiri, Ristanti berujar, tahun ini Mayday diperingati melalui sejumlah kegiatan, seperti jalan sehat, sarasehan, dan tasyakuran.

Dengan mengambil tema “Mayday Is A Happy Day”, diharapkan para buruh bisa lebih berkarya dan bersemangat saat momentum 1 Mei tiba.

“Kami ingin saudara-saudara bisa merayakan dengan sederhana, namun tuntutannya bisa tetap tertampung,” ujar Ristanti.

Aris Arianto