Cats Lover Solo, Ajak Orang Tak Jijik dengan Kucing

Cats Lover Solo, Ajak Orang Tak Jijik dengan Kucing

94
Komunitas Cats Lover Solo. Foto : Dok

Komunitas ini mempunyai ribuan orang penghobi kucing. Awalnya, mereka tergabung dalam sebuah grup online tahun 2011, dengan 2.000 member hingga akhirnya menjadi 6.000 member.

Kemudian, pada 7 April 2014 silam secara resmi mereka membentuk komunitas Cats Lover Solo dengan semboyan We Love We Care.

Ketua Cats Lover Solo periode 2016/2017, Gilang Frans Yudha (27) mengungkapkan bahwa komunitas ini wadah bagi mereka yang menyukai kucing sekaligus peduli terhadap kucing.

Jika beberapa komunitas lain mungkin hanya mewadahi bagi mereka yang penyuka kucing  jenis tertentu saja, maka Cats Lover Solo hadir bagi mereka yang sayang dan peduli terhadap semua jenis kucing.

Tidak ada batasan usia untuk bergabung dengan komunitas ini namun yang pasti anggota komunitas ini dituntut untuk benar- benar bertanggung jawab.

Baca Juga :  Street Art Keren Karya Ibu-ibu di Perumahan Dosen UNS IV Triyagan

“Kita ingin anggota kita itu lebih dari sekadar suka tapi juga tetap memperlihatkan aspek-aspek kepedulian baik itu untuk kucing maupun untuk dirinya sendiri,” ujar Gilang, Rabu (17/5/2017).

Foto : Dok

Gilang bersama teman-teman kini sibuk mengajak orang untuk menyukai kucing. Misalnya secara rutin setiap tahun dia adakan kontes khusus kucing, melalui acara tersebut Gilang ingin mengajak semua orang untuk tidak lagi merasa jijik dengan kucing.

Pada kontes tersebut ditampilkan semua jenis kucing termasuk kucing kampung yang bayak diremehkan orang.

“Saya dan teman- teman ingin semua penyuka kucing itu pede dengan kucing peliharaannya,” ucap Gilang.

Baca Juga :  Street Art Keren Karya Ibu-ibu di Perumahan Dosen UNS IV Triyagan

Selain sibuk mengajak orang untuk tidak lagi jijik dengan kucing, dia bersama rekan-rekannya di Cats Lover Solo  memiliki agenda rutin seperti memberi makan kucing liar dan memberi donasi kucing.

Kegiatan memberi makan kucing liar secara bergilir mereka lakukan dengan berkeliling Kota Surakarta, khususnya di pasar-pasar. Sementara donasi kucing merupakan tindakan spontanitas yang dia dan teman- teman lakukan.

“Misal kalau ada kucing yang membutuhkan pertolongan medis, maka dari saya dan teman- teman punya prinsip di manapun kita lihat kucing dan itu butuh bantuan kita ya berarti itu tugas kita untuk menolong,” tandasnya.

Kukuh Subekti

BAGIKAN