JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Curhat Sopir-Sopir Soal Kondisi Ring Road Selatan Sragen yang Kini Berubah Jadi...

Curhat Sopir-Sopir Soal Kondisi Ring Road Selatan Sragen yang Kini Berubah Jadi Jalur Petaka

4087
BAGIKAN
Kondisi truk tronton asal Jatim yang seharian mogok akibat terperosok lubang di jalur ring road selatan Sragen tepatnya di sebelah barat Harmoni Mall Beloran, Sragen, kemarin. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN- Jalur Ring Road Selatan Sragen kini mendapat predikat baru sebagai jalur petaka bagi pengemudi kendaraan bermuatan berat. Pasalnya, kondisi sepanjang jalur yang rusak dan berlubang besar tersebut hampir setiap hari mencelakakan kendaraan truk maupun muatan berat.

Seperti Jumat (28/4/2017) kemarin, dua truk dan tronton terjebak dalam lubang besar yang ada di barat Harmoni Mall, Beloran. Satu truk berhasil dievakuasi setelah terperosok hampir tiga jam sedangkan satunya lagi tronton gandeng bernopol AG 9797 UD,terjebak hampir 12 jam hingga menggangu kelancaran arus kendaraan.

“Sudah sejak jam 05.00 WIB tadi kejeglong di lubang hampir satu gardan dalamnya. Ceritanya tadi ada truk yang kejeglong di kiri, semua lewat kanannya. Tiba-tiba pas kami lewat, roda ambles hingga sak garden,” papar Agus Sriyanto, sopir tronton asal Nganjuk, Jatim.

Ia menuturkan truknya sedianya hendak mengirim daun tebu dari Kediri menuju Subang, Jawa Barat. Insiden kecelakaan terjebak lubang itu sangat merugikannya karena rugi waktu, uang makan habis dan biaya untuk evakuasi.

Agus mengatakan meski sering lewat Sragen, menurutnya kondisi jalan ring road saat ini menjadi yang terburuk dalam sejarah perjalanannya. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki agar tidak menyengsarakan pengendara utamanya kendaraan berat.

Salah satu rekan sopir truknya, Basuki asal Jetak, Sidoharjo yang kemarin membantu evakuasi, juga mendesak segera ada perbaikan jalur ring road selatan. Sebab kondisi rusak parah yang terjadi saat ini, sangat membahayakan kendaraan berat dan sudah banyak yang rusak di
jalan akibat as roda dan garden patah.

“PAdahal kalau pajek telat saja langsung didenda. Jalan rusak seperti ini nggak didandani,” ketusnya.

Mariyam, salah satu pedagang HIK di pinggir ring road Beloran, menuturkan sejak jalan rusak dan berlubang besar sekitar enam bulan terakhir, hampir tiap hari ada kendaraan berat yang kecelakaan di jalur itu.

“Rata-rata keplentong. Hari ini saja sudah ada dua. Sering sekali,” terangnya. (#Wardoyo)