JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Dalam Lima Bulan, Polres Sragen Penjarakan 47 Tersangka Judi Hingga Narkoba

Dalam Lima Bulan, Polres Sragen Penjarakan 47 Tersangka Judi Hingga Narkoba

258
BAGIKAN
Ilustrasi

SRAGEN—Peredaran minuman keras (miras) dan narkoba di wilayah Sragen semakin membahayakan. Data yang dirilis Polres Sragen selama kurun lima bulan di tahun ini, sebanyak 47 tersangka pelaku tindak kejahatan penyakit masyarakat (pekat) mulai dari perjudian dan narkoba, sudah ditangkap dan diproses hukum.

Hal itu terungkap saat digelar pemusnahan barang bukti hasil operasi rutin dan pekat cipta kondisi selama 2017 di Mapolres, Jumat (26/5/2017).

Dalam pemusnahan yang dipimpin Kapolres tersebut, disampaikan selama 2017, Polres sudah mengungkap 18 kasus narkoba dan 16 kasus perjudian.

Dari 34 kasus itu, total ada 47 tersangka yang sudah ditangkap dan ditahan. Rinciannya untuk kasus narkoba telah ditangkap 24 tersangka yang terdiri dari 16 tersangka kasus narkoba dan delapan kasus psikotropika. Kemudian 23 tersangka juga ditangkap dari 16 kasus perjudian yang ditangani sejak Januari 2017.

Dari pengungkapan itu, Polres mengamankan barang bukti 10 gram sabu dan 3.780 butir pil koplo. Selain itu, juga diamankan 2.516 liter ciu, Mension House sebanyak 70 botol, Vodka 20 botol, serta jamu tradisional dalam bentuk serbuk dan seduhan tak layak konsumsi.

Seluruh barang bukti hasil operasi cipta kondisi dimusnahkan dengan digilas dengan alat berat disaksikan seluruh jajaran Muspida.

“Mengingat tingginya peredaran miras, ini perlu penanganan dan perhatian dari pemerintah,” kata Kapolres AKBP Cahyo Widiarso.

Sementara, Wabup Dedy Endriyatno menyampaikan, untuk miras Pemkab sudah mengajukan Raperda Miras pada APBD Perubahan 2016.

Namun karena beberapa pertimbangan waktu dan padatnya agenda pembahasan di DPRD, akhirnya draf Perda itu dikembalikan lagi ke eksekutif.

Namun ia memastikan saat ini pembahasan Raperda Miras akan kembali diajukan dan dimasukkan ke masa sidang kedua tahun 2017 ini. Ia menargetkan di 2017 ini sudah ada produk Perda Miras di Sragen.

Di Karanganyar, Polres setempat juga melakukan pemusnahan miras dan petasan di lapangan Mapolres. Pemusnahan dipimpin oleh Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak dengan didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo, Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Santy Karsa Tarigan, serta perwakilan MUI Karanganyar Abdul Muid.

Miras yang dimusnahkan berjenis ciu 3.089 liter, 371 botol miras berbagai merek, serta 1.700 berbagai macam petasan. Menurut Kapolres, miras dan petasan itu merupakan barang bukti dari hasil operasi pekat menjelang bulan suci Ramadan.

“Operasi pekat dilakukan serentak di 17 kecamatan untuk menjaga situasi kamtibmas selalu kondusif selama Ramadan,” kata Kapolres.

Sementara, pemusnahan miras yang merupakan hasil dari operasi cipta kondisi juga dilakukan oleh Polres Boyolali.

Miras yang dimusnahkan tersebut yakni ciu sebanyak 1.198 liter, 37 botol Vodka, dua galon lapen atau 38 liter, dua botol Topi Miring atau 2 liter, dan 70 botol bir atau 43 liter.

Pemusnahan dilakukan di halaman Mapolres dan dihadiri pejabat dan tokoh agama serta masyarakat. Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan, pemusnahan ini merupakan upaya Polres dalam mengantisipasi pekat, khususnya miras.

Operasi cipta kondisi ini, lanjutnya, sebagai antisipasi menjelang Ramadan agar masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan tenang.

Wardoyo | Satria Utama | Ario Bhawono