JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Dampak Penggerebekan Pesta Sabu di Sragen, Mobil Dinas Ditahan, Sosialisasi PBB Terancam

Dampak Penggerebekan Pesta Sabu di Sragen, Mobil Dinas Ditahan, Sosialisasi PBB Terancam

363
BAGIKAN
Dua mobil yang diamankan dalam pesta sabu aparat dan PNS Sragen Rabu (3/5/2017) masih diparkir di halaman dalam Mapolres di lokasi yang berbeda. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN – Kasus penggerebekan pesta sabu yang melibatkan dua Kanit Polres, sipir LP dan dua PNS di kantor Bidang PBB dan BPHTB DPPKAD, Beloran, Rabu (3/5/2017), tak hanya mencoreng fasilitas milik negara itu.

Namun, insiden itu juga membawa getah buruk bagi Bidang PBB yang harus kehilangan satu mobil dinas (mobdin) yang ikut ditahan sebagai barang bukti.

Mobil pelat merah jenis Suzuki APV bernopol AD 9571 NE itu diamankan karena turut digunakan dalam pesta sabu para aparat tersebut.

Penahanan mobdin yang selama ini banyak dibawa oleh tersangka SMUL (45), PNS Kasie PBB, itu pun berdampak mengancam kegiatan sosialisasi dan penagihan PBB ke lapangan.

“Kalau mobil dinas untuk ke lapangan sebenarnya ada dua. Satu Avanza satunya APV putih itu. Karena yang itu (APV) ditahan, ya tinggal satu yang digunakan untuk operasional,” ujar Kabid PBB DPPKAD, Nuraini Minggu (7/5/2017).

Nur menguraikan, sejauh ini belum mengetahui secara detail perkembangan kasus itu lantaran dirinya masih mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) luar kota.

Namun ia mengaku sudah mendengar dan mendapat laporan perihal adanya satu PNS di lingkungannya yang ikut terseret dalam kasus itu dan satu mobdin yang diamankan di Polres.

Pantauan Joglosemar, hingga kemarin, mobil berwarna putih yang biasa mondar-mandir ke lapangan untuk sosialisasi PBB itu masih terparkir di halaman dalam Mapolres dekat ruangan Narkoba.

Saat dikonfirmasi, Kasat Narkoba AKP Joko Satriyo Utomo enggan berkomentar. Namun ia sempat mengatakan, jika penanganan kasus itu dilakukan oleh Polres Sragen.

Terpisah, Plt Kepala DPPKAD sekaligus Sekda, Tatag Prabawanto, mengatakan masih menunggu laporan resmi dari Polres Sragen terkait keterlibatan dua PNS yang hingga kini buron tersebut.

Termasuk soal nasib mobdin milik Bidang PBB yang turut ditahan, ia mengaku akan menunggu pemberitahuan dari Polres sebagai bahan untuk berkoordinasi. “Nanti dulu lah, nunggu surat dari Polres dulu,” tukasnya.

Wardoyo