Dampak Proyek Flyover Manahan, Jalan RM Said Satu Arah

Dampak Proyek Flyover Manahan, Jalan RM Said Satu Arah

134
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
MENGATASI MACET – Kereta Api Prambanan Ekspres melintas di perlintasan kereta api Badran, Surakarta, Minggu (7/5). 

SOLO – Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta merekomendasikan Jalan RM Said untuk dijadikan sistem satu arah (SSA) mulai perlintasan sebidang Pasar Nongko ke arah barat sampai perempatan Jalan MT Haryono.

Rekomendasi ini diberikan untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas di kawasan tersebut selama proyek flyover Manahan dibangun.

Rencananya SSA di Jalan RM Said dan Jalan Hasanudin akan berlaku selama 24 jam. Saat ini di Jalan Hasanudi dan Jalan RM Said dari depan Kantor Kelurahan Mangkubumen sampai perlintasan Pasar Nongko hanya sampai pukul 18.00 WIB. Untuk Jalan Hasanudin SSA akan diperpanjang dari Hotes Agas sampai pertigaan Hotel Loji.

“Kita sudah usulkan jika Jalan RM Said akan dijadikan satu arah. Itu nanti dari arah timur ke arah barat dari perlintasan sampai perempatan Jalan MT Haryono,” terang Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Surakarta, Ari Wibowo, Senin (29/5/2017).

Baca Juga :  SGM Bagi 400 Takjil di Slamet Riyadi Solo

Lalu lintas di Jalan RM Said dipastikan akan mengalami peningkatan saat proyek flyover Manahan berlangsung.

Karena perlintasan Pasar Nongko akan menjadi jalur pengalihan arus kendaraan mengingat pengajuan pembangunan perlintasan sebidang darurat tidak mendapatkan izin pemerintah pusat.

Sehingga dengan beban jalan sekarang ini ditambah volume kendaraan saat proyek flyover Manahan berlangsung diperkirakan sistem dua arah tidak akan mampu mengurai kemacetan di kawasan tersebut.

“Itu juga sudah diusulkan agar diperlebar karena di perlintasan Pasar Nongko itu ada penyempitan. Tapi (pelebaran) itu belum bisa mengantisipasi lonjakan kendaraan. Itu belum sebagai solusi utama jadi perlu dijadikan sistem satu arah,” sambungnya.

Lanjut dia, rekayasa lalu lintas di sekitar perlintasan Pasar Nongko juga sudah disusun.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, karena Jalan RM Said akan menjadi jalur utama kendaraan saat flyover Manahan dibangun.

“Nantinya akan menghilangkan crossing di simpang tiga Pasar Nongko, dari Hotel Agas ke Pasar Nongko kita akan terapkan satu arah, yakni barat ke timur supaya tidak macet dan kendaraan akan diarahkan ke Jalan RM Said (utara),” ungkapnya.

Baca Juga :  Menteri Perdagangan Bilang Stok Pangan Aman

Penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan perlintasan Pasar Nongko, Kata Ari, nantinya akan disosialisasikan ke masyarakat khususnya pengguna jalan.

“Untuk sosialisasi diberlakuakan selama 30 hari kepada pengguna jalan. Selama itu nanti akan dilakukan evaluasi,” imbuhnya.

Sementara itu Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Surakarta, Joko Supriyanto menyatakan jika nantinya perlintasan Pasar Nongko akan diperlebar dan Jalan RM Said akan dilakukan peningkatan kualitas jalan.

”Secara teknis akan dibuat detail engineering design (DED) atau studi cepat untuk proyek. Ini harus segera dikerjakan. Kalau bisa sebelum flyover mulai dikerjakan sudah siap,” tandasnya.

Ari Welianto

BAGIKAN