JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Demo Penataan Kios Pasar Masaran, Ini Tuntutan Pedagang

Demo Penataan Kios Pasar Masaran, Ini Tuntutan Pedagang

327
SAMPAIKAN TUNTUTAN – Pedagang Pasar Masaran dan massa dari formas dan FPKKS saat menggelar demi menuntut pengembalian ke los semula di depan kantor Bupati Sragen, Senin (8/5/2017). Foto : Wardoyo

SRAGEN – Puluhan pedagang di Pasar Masaran yang tak terima dengan pembagian los baru menggelar aksi demo di depan Pemkab Sragen, DPRD dan dinas perdagangan, Senin (8/5/2017).

Dalam aksi demo yang berkembang ditambah massa dari LSM Forum Masyarakat Sragen (Formas) dan Forum Pembela Kebenaran Keadilan Sambirejo (FKPPS) itu, mereka menuntut agar dikembalikan ke los semula sebelum renovasi.

Mereka juga menuntut agar pejabat dinas (Kadinas) Perdagangan dan Perindustrian dicopot lantaran dianggap melontarkan kebijakan dan solusi yang tidak konsisten.

Aksi diawali dengan long march dari markas Formas ke depan Pemkab Sragen. Selain orasi, massa dari berbagai kelompok itu juga membentangkan berbagai spanduk berisikan kecaman serta tuntutan.

Sama seperti tuntutan sebelumnya, aksi demo itu pada intinya kembali mendesak agar 30-an pedagang yang kini mendapat los di tengah, dikembalikan ke posisi semula yakni di depan.

“Roti dagangan kami podo bosok karena nggak laku jualan setelah dipindah di tengah. Iki yo leh tuku, leh modal. Pokoknya kami meminta dikembalikan ke lokasi semula,” papar Mul, salah satu pedagang.

Ketua FKPPS, Sunarji menyayangkan dinas yang tak mampu memberikan solusi atas problem yang dihadapi pedagang utamanya 30-an yang dipindah ke tengah.

Ketua Formas, Andang Basuki menyampaikan secara prinsip, tuntutan pedagang memang dikembalikan ke posisi awal di depan.

Selebihnya, tuntutan pelengseran Kadinas lebih dikarenakan adanya pernyataan solusi yang ditawarkan ke pedagang namun belum sempat dirembuk, solusi itu mendadak langsung dibatalkan.

“Dalam rapat terakhir dengan pedagang, sempat ditawarkan solusi akan ditambah 11 los, terus los yang ada akan dilebarkan. Itu disampaikan pagi, lha baru mau dirembuk oleh pedagang sorenya lha kok disampaikan lagi enggak jadi,” urainya. Aksi demo sedikit mereda, setelah Wakil Bupati Dedy Endriyatno turun menemui para pendemo.

Wabup menyampaikan, sebenarnya sangat berharap aspirasi pedagang disampaikan lewat perwakilan secara baik-baik. Ia justru meminta agar ada masukan dan solusi dari Formas maupun pedagang yang bisa diterima semua pihak.

“Karena saya mendengar kalau tuntutan satu kelompok dipenuhi, kelompok satunya akan menolak. Makanya kami sebenarnya berharap ada solusi yang ditawarkan bagaimana baiknya,” ujarnya.

Wardoyo

BAGIKAN