JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Daerah Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris, Pengawasan Kian Diperketat

Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris, Pengawasan Kian Diperketat

149
BAGIKAN
Geledah Rumah : Tim Densus 88 bersama jajaran Polres Karanganyar menggeledah rumah Triyono terduga teroris di Watusambang, Tawangmangu.
Foto : Joglosemar Satria Utama

SRAGEN – Rentetan penangkapan terduga teroris di wilayah Sukoharjo dan Karanganyar, membuat jajaran kepolisian di Sragen dan Wonogiri pun ikut meningkatkan kewaspadaan.

Salah satunya Polsek Masaran yang mulai meningkatkan tindakan antisipasi dengan memperketat pengawasan dan pantauan terhadap rumah mantan DPO teroris, Zulkarnain di Desa Gebang, Masaran.

“Meski sejauh ini situasi relatif kondusif, setidaknya antisipasi tetap terus kita lakukan. Dengan meningkatkan patroli wilayah. Rumah Zulkarnain di Gebang juga tetap kita awasi, meskipun kami sendiri juga belum pernah mengetahui wajahnya,” papar Kapolsek Masaran, AKP Mujiono kepada Joglosemar, Selasa (30/5).

Nama Zulkarnain memang acap kali muncul dan menjadi perhatian ketika berita teroris menyeruak. Pasalnya, keberadaan pria asal Dukuh Gebang, Desa Gebang yang sudah belasan tahun menghilang itu masuk dalam daftar DPO teroris di negeri ini.

Selain rumah Zulkarnain, pengawasan juga dilakukan terhadap keluarga AL (33) asal Desa Jati, Masaran yang belum lama ini dideportasi dari Turki karena ditengarai hendak bergabung dengan ISIS.

AKP Mujiono menyampaikan pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga kondusivitas wilayah Masaran maupun Sragen dari segala bentuk ancaman terorisme.

Tak hanya pengawasan terhadap dua lokasi itu, saat ini pihaknya juga terus menggencarkan koordinasi dengan tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membendung masuknya pengaruh radikal.

Hal itu dilakukan dengan mengerahkan para Babinkamtibmas untuk mengisi Kultum dan menyelipkan pesan tidak mudah tergiur gerakan atau ajaran-ajaran yang bertentangan dengan hukum di Indonesia.

“Semua Babinkamtibmas kita libatkan untuk setiap hari memberikan sosialisasi lewat Kultum dan mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur ajakan ajaran radikal yang dilarang,” pungkasnya.

25 Kecamatan

Begitu pula dengan Wonogiri, paska penangkapan terduga teroris Triyono dan Wayudi, yang merupakan warga kelahiran Wonogiri, maka Polres Wonogiri meningkatkan kewaspadaan. Peningkatan kewaspadaan tersebut bahkan dilakukan di 25 kecamatan di Wonogiri.