Di MTA Solo, Bang Zul Ingatkan Lagi Pentingnya Pancasila

Di MTA Solo, Bang Zul Ingatkan Lagi Pentingnya Pancasila

75
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
KUNJUNGAN KETUA MPR—Ketua Majelis Permusyawaran Rakyat, Zulkifl i Hasan berbicara di hadapan warga MTA saat melakukan kunjungan ke kantor pusat Majelis Tafsir Alquran di Surakarta, Minggu (28/5/2017). Dalam kunjungannya tersebut Ketua MPR berbicara tentang Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

SOLO – Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengunjungi Gedung Majelis Tafsir Al-Quran (MTA), Minggu (29/5/2017). Dalam kunjungannya ia mengingatkan tentang pentingnya Pancasila.

Hal ini diungkapkan menyusul semakin maraknya sikap saling menuding anti-Pancasila dan anti-kebhinekaan. Ia mengatakan Pancasila merupakan Dasar Negara yang wajib ditaati oleh seluruh rakyat Indonesia.

Zulkifli juga mengimbau segala perbedaan baiknya diselesaikan melalui musyawarah dengan menjunjung tinggi sikap saling menghormati. Sementara itu dalam kesempatan tersebut ia akan membantu menyelesaikan kasus pelarangan pengajian MTA di MTA cabang Teras 1, Boyolali.

Baca Juga :  Lebaran di Solo, Simak Panduan Wisatanya

“Maka kami akan membawa masalah ini sebagai aspirasi dan seterusnya akan kami sampaikan ke Kapolri dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri),” tegasnya, Minggu (28/5), di Gedung MTA.

Di sisi lain, Al Ustadz Drs Ahmad Sukina menjelaskan bahwa pihaknya menyerahkan persoalan tersebut sepenuhnya kepada penegak hukum. Kendati demikian, dirinya berharap persoalan tersebut bisa diselesaikan dengan baik oleh aparat yang berwenang. Apalagi dari sisi hukum pihaknya sudah menang di tingkat PTUN.

Baca Juga :  Langgar Perda Ini, Puluhan “Penjual” Uang Terjaring Razia

“PTUN memang sudah dinyatakan menang dan Satpol PP Boyolali sudah mencabut surat larangan MTA berkegiatan di sana. Tapi ternyata setelah itu ada penutupan jalan oleh warga. Kami pun semaksimal mungkin berusaha untuk mematuhi aturan yang berlaku dan tidak berbuat yang sewenang-wenang. Biar aparat hukum yang menyelesaikan, kalau mereka tidak mampu ya harusnya malu,” pungkasnya.

#Triawati Prihatsari Purwanto

 

BAGIKAN