JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Diajak Kenalan via Facebook, Warga Tanon Ditipu “Luar-Dalam”

Diajak Kenalan via Facebook, Warga Tanon Ditipu “Luar-Dalam”

544
BAGIKAN
DIMINTAI KETERANGAN- Pelaku kejahatan seksual dan penipuan yang mengaku sebagai Pegawai PT KAI saat dimintai keterangan oleh penyidik Reskrim Polres Sragen, Senin (22/5). Foto : Wardoyo

SRAGEN – Tim Resmob Polres Sragen berhasil meringkus Merif Prasetyo alias Black In (23), tersangka pelaku penipuan dan kejahatan seksual.

Dengan mengaku sebagai pegawai PT KAI, warga Kelurahan Semarang Barat itu sukses memperdaya habis-habisan AH (29), gadis asal Dukuh Bedono, Pengkol, Tanon, Sragen.

Tak hanya menggagahi korban, pelaku juga tega merampas perhiasan milik korban. Tak cukup sampai di situ, pelaku juga memeras keluarga korban sebesar Rp 2,8 juta.

Modus pelaku adalah dengan mengajak berkenalan korban melalui facebook (FB). Kasus itu terungkap setelah korban melapor ke Polres dan akhirnya tersangka berhasil ditangkap, Senin (22/5/2017).

Informasi yang dihimpun di Mapolres, aksi kejahatan itu bermula ketika pelaku mengajak korban berkenalan via FB pada 14 Mei lalu.

Saat itu, pelaku yang mengaku sebagai pegawai PT KAI melancarkan jurusnya dengan menjanjikan akan menikahi korban.

Keesokan harinya, keduanya sepakat bertemu di Pasar Gemolong. Selanjutnya, pelaku mengajak korban jalan-jalan ke Tawangmangu dengan menyewa penginapan.

Di penginapan itulah, pelaku memperdaya korban dan menyetubuhinya berulang kali. Selanjutnya, pelaku meminta HP Samsung milik korban dan pamit pulang dengan dalih mengurus rencana tunangan.

Namun sebelum pulang, pelaku kembali meminta paksa uang korban Rp 100.000, kalung enam gram milik korban.

Tak cukup sampai di situ, pelaku juga menguras habis ATM korban berisi RP 600.000 dan kemudian meminta transfer kerabat korban sebesar RP 1 juta.

Dari aksinya itu, pelaku berhasil meraup perhiasan dana uang tunai senilai total RP 2,8 juta. Sementara janji tunangan dan dinikahi ternyata isapan jempol belaka.

Merasa sudah ditipu luar dalam, korban akhirnya  nekat melapor ke Polres. Kapolres Sragen melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi, mengungkapkan modus pelaku yakni dengan menjanjikan korban hendak dinikahi. Saat menemui korban, dia mengenakan atribut kaos doreng dengan helm ala TNI.

“Barang bukti yang kami amankan antara lain celana dalam hasil kejahatan, HP milik korban, jaket, helm, dan uang tunai Rp 990.000 yang masih tersisa,” paparnya Senin (22/5/2017).

Saat ini tersangka berikut barang bukti sudah diamankan di Polres untuk diproses lebih lanjut.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Wardoyo