JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Disnakan Boyolali Larang Jagal Sapi Lakukan Hal Ini

Disnakan Boyolali Larang Jagal Sapi Lakukan Hal Ini

63
BAGIKAN
ilustrasi

BOYOLALI—Menjelang puasa Ramadan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali terus menyosialisasikan larangan pemotongan hewan ternak, khususnya sapi betina produktif.

Terkait ini, jagal yang ada di Boyolali akan dikumpulkan untuk disosialisasi bersama jajaran kepolisian.

Kepala Disnakan Boyolali, Juwaris, Selasa (23/5/2017) mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, terus menyosialisasikan larangan pemotongan sapi betina produktif. Larangan itu untuk mendukung program sapi indukan wajib bunting (Iwab) untuk menuju swasembada daging.

“Untuk di rumah potong hewan (RPH), ketentuan itu sudah dilaksanakan. Tetapi untuk pemotongan di luar RPH kami terus melakukan sosialisasi. Tidak dimungkiri, masih banyak pemotongan hewan di luar RPH,” terang Juwaris.

Sosialisasi nantinya menurut Juwaris, pihaknya akan mengundang seluruh jagal di Boyolali. Berkaitan ini, pihaknya sudah berkomunikasi dengan paguyuban jagal, serta jajaran Polres Boyolali.

Keberadaan polisi sebagai penegak hukum menurut Juwaris dibutuhkan agar parajagal mengetahui pemotongan hewan betina produktif dilarang UU. Di sisi lain, hal itu juga sudah dilakukan oleh pemerintah melalui RPH.

Saat ini lanjut Juwaris, populasi sapi potong di Boyolali berkisar 97.670-an ekor. Sedangkan untuk sapi perah mencapai 89.000-an ekor.

Terkait upaya peningkatan populasi ternak, menurut Juwaris saat ini peternak sapi jantan sudah banyak beralih ke indukan. Salah satunya lantaran program pemerintah yang menggratiskan inseminasi buatan (IB).

“Banyak yang beralih karena IB yang sebelumnya berkisar Rp 50.000-70.000,  sekarang digratiskan,” jelas dia.

Ario Bhawono