JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dor! Bandar Sabu Asal Solo Tewas Ditembak

    Dor! Bandar Sabu Asal Solo Tewas Ditembak

    673
    Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
    BUKTI SABU—Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo (dua kiri) didampingi Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo (dua kanan) menunjukkan barang bukti sabu saat jumpa pers di RSUD dr Moewardi Solo, Minggu (14/5/2017).

    SOLO—Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng menembak mati seorang bandar sabu asal Solo. Bandar bernama Didit Murdwiyoko (45) tersebut ditangkap di Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Minggu (14/5) sore pukul 15.00 WIB.

    Informasi yang berhasil dihimpun, Didit yang merupakan warga Kepatihan Kulon, Jebres, Solo itu dilumpuhkan dengan dua tembakan. Ia terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan saat diminta menunjukkan lokasi bandar yang lebih besar.

    “Sebelumnya sudah dilakukan tembakan peringatan, namun pelaku tidak menggubris. Dua tembakan mengenai leher dan dada,” kata Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo saat menggelar jumpa pers di RSUD dr Moewardi Solo.

    “Awalnya Didit kita minta untuk menunjukkan bandar narkoba yang lebih besar. Saat di Desa Paulan, Colomadu, Karanganyar, dia melakukan perlawanan. Petugas dua kali memberi tembakan peringatan, namun tak dihiraukan. Kemudian petugas melakukan tindakan tegas dan terukur hingga tersangka meninggal dunia,” tambah Tri.

    Dari tangan Didit diamankan barang bukti 30 gram sabu beserta alat isap alias bong. Penangkapan terhadap Didit berawal dari tertangkapnya seorang kurir bernama Raden Aprianto Bagus Chandra Dewa (31) pada Sabtu (13/5) pukul 18.30 WIB. Ia ditangkap di daerah Nusukan, Banjarsari, Solo saat turun dari bus.

    “Pelaku turun dari bus Eka jurusan Surabaya bernopol S 7539 US. Sebelumnya kami buntuti pelaku dari Sragen saat masih naik bus Eka dari Surabaya ke arah Solo,” ungkap Tri.

    Ia menjelaskan, Aprianto dibekuk tanpa perlawanan. Dari tangannya diamankan barang bukti 500 gram sabu, uang tunai Rp 1,8 juta, beberapa handphone, dan senjata airsoft gun.

    Dari pengakuan Aprianto, sabu 500 gram tersebut adalah pesanan dari Didit. Sebelum akhirnya tertangkap, ratusan gram sabu itu sebenarnya mau diedarkan di wilayah Solo dan sekitarnya.

    Dari penelusuran petugas, kedua pelaku itu dikendalikan oleh seorang napi penghuni LP Nusakambangan Cilacap bernama Dicky Albert Nego alias Deki. Selama empat bulan terakhir ini, Dicky melakukan komunikasi dengan Didit via handphone. Namun handphone milik Dicky tersebut sudah disita oleh petugas saat dilakukan penggeledahan di ruang selnya.

    1
    2
    BAGIKAN