Dua Kubu Pedagang Pasar Masaran Ngotot, DPRD Sragen Pasrah Disperindag

Dua Kubu Pedagang Pasar Masaran Ngotot, DPRD Sragen Pasrah Disperindag

119
SAMPAIKAN TUNTUTAN – Pedagang Pasar Masaran dan massa dari formas dan FPKKS saat menggelar demi menuntut pengembalian ke los semula di depan kantor Bupati Sragen, Senin (8/5/2017). Foto : Wardoyo

SRAGEN — Polemik penataan los di Pasar Masaran kembali memanas setelah kedua kubu pedagang yang pro dan kontra dipertemukan di DPRD Sragen, Senin (15/5/2017).

Lantaran polemik semakin pelik, DPRD pun akhirnya merekomendasi agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) segera mencari solusi agar persoalan tak semakin berlarut-larut.

“Kami sudah merekomendasi agar dinas terkait (Disperindag) segera mencari penyelesaian atas polemik penataan los Pasar Masaran. Apapun bentuk solusinya, kami minta secepatnya bisa diselesaikan dan kedua kubu bisa saling menerima,” ungkap Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto usai memimpin audiensi di ruang serbaguna DPRD.

Bambang mengatakan, rekomendasi itu terpaksa diambil lantaran untuk kesekian kalinya upaya mempertemukan kedua kubu pedagang tak kunjung mendapat solusi titik temu. Terlebih dalam audiensi kemarin, kedua kubu juga masih bersikukuh pada pendapat masing-masing.

Baca Juga :  Penampakan Begal Pocong Gemparkan Warga Sragen. Muncul di Jalur Depan Yappenas, Karangmalang

Dari kubu pedagang kontra yang didampingi LSM Formas, tetap menuntut agar 30-an pedagang yang semula berada di depan dan kini digeser ke tengah, dikembalikan lagi ke depan. Sebaliknya, pedagang yang pro dan sudah menempati los, juga menolak jika harus dilakukan penataan ulang.

Dalam pertemuan tersebut, DPRD sempat menghadirkan pejabat lama yakni mantan Kabid Pengelolaan Pasar, Muhtar Ahmadi yang menangani penataan kios dan los.

Baca Juga :  Mobil Sedan Mendadak Keluar Asap dan Terbakar, Gegerkan Warga di Depan Mal Luwes Sragen

Muhtar menyampaikan, sebenarnya pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang soal pembangunan pasar. Hanya saja, saat sosialisasi tersebut memang tidak diterangkan dengan menggunakan peta denah lokasi.

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto menyambut baik solusi yang ditawarkan Komisi II agar penyelesaian penataan pasar diserahkan sepenuhnya kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Tatag meminta para pedagang baik yang pro dan kontra dengan penataan Pasar Masaran tidak memperpanjang masalah.

“Pasar Masaran supaya diselesaikan dengan damai. Nanti semua pihak ini juga bakal bertemu di pasar. Ora mungkin mereka jotakan (tidak saling sapa),” ujar Tatag.

Wardoyo

BAGIKAN