JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Dua Pedagang Jadi Tersangka, Ini Fakta Tentang Peredaran Jamu Ilegal di Sukoharjo

Dua Pedagang Jadi Tersangka, Ini Fakta Tentang Peredaran Jamu Ilegal di Sukoharjo

56
BAGIKAN
Joglosemar | Dynda Wahyu Wardhani
JAMU ILEGAL–Petugas menyita 131 item jamu ilegal dari dua pedagang di Pasar Ir Soekarno, Rabu (10/5).

SUKOHARJO—Dua pedagang jamu berinisial S dan P ditetapkan menjadi tersangka karena menjual jamu mengandung bahan kimia berbahaya.

Keduanya adalah pedagang jamu di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo. Sementara jamu berbahan kimia berbahaya itu diduga berasal dari luar Sukoharjo.

“Keduanya dijerat sanksi pidana bidang kesehatan sesuai UU no. 36 tahun 2009 pasal 197,”ucap Kasi Penyidikan BPOM Jateng Agung Supriyanto, Jumat (19/5/2017).

Agung menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan Korwas PPNS Polda Jateng dalam penanganan  kasus tersebut. Ia pun masih menyiapkan beberapa bukti dan tengah mengadakan pengecekan kualitas jamu ke laboratorium.

 “Tidak hanya di Sukoharjo, kami juga lakukan pengawasan di seluruh pelosok Jawa Tengah,” imbuhnya.

Mengenai asal jamu tersebut, Agung mengaku belum mengetahui tempat produksinya. Menurutnya, kemasan jamu bisa ditulis secara asal agar tidak terdeteksi asli daerahnya. Pihaknya pun juga tidak akan lengah memburu keberadaan jamu ilegal tersebut.

“Dari kemasannya, barang ilegal tersebut berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Surabaya, Magelang, dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Seperti diketahui, BPOM Jateng mengamankan 19 karung produk jamu ilegal dan 17 dus ukuran besar dan kecil dengan total 131 item dari kedua pedagang tersebut.

Keduanya yang telah berjualan jamu sejak lima tahun yang lalu pun kini masih berdagang namun tidak lagi menjual jamu ilegal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Sutarmo menambahkan pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar kejadian serupa tidak muncul kembali.

Ketika ditanya darimana asal jamu ilegal tersebut, Sutarmo menegaskan bahwa itu bukan dari Sukoharjo.

Ia meyakini bahwa barang tersebut berasal dari luar daerah. Namun ia belum bisa memastikan dari daerah mana jamu tersebut dikirim.

“Tugas kami memang mengawasi dan memonitor. Jadi kami terus menghimbau dan senantiasa mengadakan sosialisasi ke pedagang supaya jangan mau menerima barang ilegal,”tukasnya.

Dynda Wahyu Wardhani