JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Duh, 62 Guru di Sragen Positif IVA, 7 Harus Dirujuk

Duh, 62 Guru di Sragen Positif IVA, 7 Harus Dirujuk

3034
BAGIKAN
ilustrasi

SRAGEN – Pemkab Sragen melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) terus menggencarkan pemeriksaan deteksi dini terhadap penyakit kanker rahim (serviks) melalui Infeksi Visual Asam Asetat (IVA) test.

Ini menyusul kerawanan penyakit tersebut yang semakin meningkat dan adanya temuan kasus pada ibu-ibu PNS guru di Kabupaten Sragen.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Pemeriksaan Deteksi Dini IVA Test dan Kanker Payudara memeringati Hari Jadi ke-271 Kabupaten Sragen di Pendapa Rumdin Bupati, Selasa (2/5/2017).

Plt Kepala DKK Sragen, Hargiyanto mengungkapkan dalam kegiatan tersebut ada sekitar 630 ibu-ibu dari kalangan PNS, istri PNS, TNI-Polri dan unsur terkait yang dites IVA.

Termasuk Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, istri Wabup, istri Ketua DPRD dan beberapa pejabat teras lainnya.

Menurutnya sosialisasi sekaligus tes IVA itu digelar sebagai respon atas tingginya kasus kanker mematikan itu di Jateng yang menempati ketiga nasional dan di Indonesia yang menempati kedua terbanyak.

“Di Sragen sendiri, kemarin saat dilakukan tes di Gedung Kartini,dari 658 guru, sudah ada 62 yang terdeteksi positif IVA ringan. Tujuh diantaranya sudah agak parah sehingga dirujuk ke RSUD Moewardi Solo dan 3 orang dicurigai kanker payudara. Yang meninggal juga ada tapi tidak bisa disampaikan karena datanya dari Kesdes,” paparnya di sela kegiatan.

Hargiyanto menguraikan penyakit seperti yang dialami artis Julia Peres itu memang sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian.

Sementara, Bupati Yuni mengatakan tes IVA itu sangat penting sebagai kewaspadaan dini bagi perempuan sekaligus mengingatkan agar mereka sadar punya risiko penyakit ganas itu.

Dengan deteksi dini setidaknya apabila diketahui positif bisa segera dilakukan penanganan. Terlebih di Sragen sudah ada lima Puskesmas yang melayani penanganan ringan untuk kasus kanker rahim yakni di Puskesmas Ngrampal, Plupuh, Kalijambe, Sragen dan Kedawung.

“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi.Saya tadi juga sudah tes dan alhamdulilah hasilnya negatif,”tuturnya.

Sementara, Dokter Spesialis di RSUD Gemolong, Oni Wiratama kanker serviks hampir 100 persen disebabkan perilaku seksual atau diawali dari kontak seksual.

Wanita di bawah 20 tahun yang sudah melakukan hubungan seks juga sangat berisiko terkena penyakit ini. Sedangkan usia paling banyak ditemukan kasus adalah usia 35 tahun ke atas.

“Karena usia di bawah 20 tahun itu, leher rahim belum siap menerima benturan sehingga kalau terjadi infeksi masuk ke leher rahim lebih mudah,” jelasnya. (#Wardoyo)

SEPUTAR KANKER SERVIKS DAN PAYUDARA:
Jumlah kasus di Sragen 2016: 216 kanker serviks dan 100 kanker payudara
Jumlah temuan 2017: 62 positif kanker serviks, 7 dirujuk, 3 positif
kanker payudara

Gejala Kanker Serviks:
-Pada awal infeksi tidak ada gejala.
-Dua sampai tiga tahun mulai IVA positif, keputihan agak lama
-Kanker serviks awal- kumpul ada perdarahan, bisa merembet ke
kerusakan organ lain
-Stadium lanjut- pembengkakan di saluran kemih, ginjal bengkak, kaki besar

Pencegahan:
Terbuka dengan pasangan
Menghindari seks sebelum menikah
Menghindari seks bebas dan gonta-ganti pasangan
Sumber: wawancara