JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Dulu Foya-Foya Jadi Calo Rekrutmen Polisi, Kehidupan Mantan Marinir Asal Sragen...

Dulu Foya-Foya Jadi Calo Rekrutmen Polisi, Kehidupan Mantan Marinir Asal Sragen Ini Kini Sungguh Mengenaskan

2889
Kondisi pria bernama RM Bambang AS yang mengaku mantan marinir dan sempat menipu puluhaj juta dengan menjadi calo rekrutmen Polwan saat dipergoki di rumah istrinya di Ngepringan, Jenar, Selasa (30/5/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN- Misteri keberadan pria bernama Raden Mas (RM) Bambang AS dan terindikasi menjadi calo rekrutmen Polisi Wanita (Polwan) dan menipu warga Tangen beberapa waktu lalu, akhirnya terungkap. Pria yang sempat mengaku sebagai mantan marinir dan anggota tim rekrutmen Polwan Pusat itu ternyata diketahui hanya seorang buruh tebu di wilayah Ngepringan, Jenar.

Ibarat roda kehidupan yang berputar, gaya hidup mewah dan foya-foya yang dilakukan Bambang kini berubah drastis.
Dia kini tinggal di rumah istri sirinya dengan hanya berprofesi sebagai buruh tebu.

Hal itu terungkap setelah dilakukan pelacakan terhadap pelaku oleh tim
LSM Forum Masyarakat Sragen (Formas), Selasa (30/5/2017). Dari pencarian
yang dilakukan tim, akhirnya menemukan keberadaan pria paruh baya itu yang diketahui tinggal di Dukuh Bagolohmandi, Desa Ngepringan, Jenar.

Pelaku diketahui tinggal bersama istri sirinya di wilayah itu dan memiliki satu anak. Saat didatangi tim Formas, pelaku mengakui semua perbuatannya termasuk modus mengaku bisa meloloskan menjadi Polwan dengan uang yang dilakukannya terhadap Sunardi (48), warga Dukuh Denanyar,Tangen pada 2013 silam.

“Kami juga kaget setelah menemukan pelaku, ternyata kondisinya tak seperti yang dia omongkannya. Dia yang kemana-mana mengaku mantan marinir itu ternyata hanya seorang buruh tani tebu dan tinggal di rumah istri sirinya yang kondisinya juga enggak begitu mampu,” papar anggota Formas, Sri Wahono, kemarin.

Joglosemar | Wardoyo
BUKTI KUITANSI- Empat lembar bukti kuitansi penyerahan uang dari
korban Sunardi, petani tebu asal Tangen, kepada oknum yang mengaku
mantan marinir dan anggota tim Rekrutmen Polri Pusat, Minggu (7/5).

Saat didesak perihal aksi penipuan dengan modus menarik uang dengan
dalih untuk meluluskan menjadi Polwan, semua diakui oleh Bambang. Bahkan, Bambang terang-terangan mengakui bahwa uang Rp 10,5 juta yang diterima sebagai uang muka dari Sunardi, dihabiskannya untuk kebutuhan pribadi dan foya-foya.

Tidak hanya itu, Bambang yang didesak mengembalikan uang tersebut, juga menyanggupi akan mengembalikan kepada korban pada bulan Juli mendatang. Atas kesanggupan itu, Sunardi menyatakan akan menunggu pernyataan pelaku dan jika tidak dipenuhi, maka pihaknya sudah menyiapkan untuk melaporkan kasus itu ke kepolisian.

“Karena kuitansinya ada dan bukti-bukti juga sudah lengkap. Kami masih menelusuri kemungkinan adanya korban lain. Karena pelaku ini sebelumnya memang kemana-mana mengaku sebagai mantan marinir,” jelas Wahono.

Seperti diberitakan, aksi penipuan berkedok percaloan itu terungkap setelah Sunardi (48) merasa ditipu oleh pelaku pada 2013 lalu. Pelaku yang saat itu mengaku tinggal di Tangsi Mageru Sragen, mendatanginya dan menawarkan jasa membantu meloloskan putrinya, Yuyun Saputri (21), menjadi Polwan dan langsung penempatan di wilayah Solo tanpa tes.

Syaratnya, apabila sudah lolos korban harus membayar Rp 200 juta sebagai biayanya. Namun, dengan dalih untuk uang muka dan pengurusan administrasi, pelaku sudah sempat meminta uang sebanyak tiga kali kepada korban dengan total Rp 10,5 juta. Semua penyerahan uang disertai kuitansi bermaterai Rp 6.000. Namun hingga setahun berlalu bahkan empat tahun kemudian, janji itu tak terealisasi dan uang korban tak dikembalikan.(#Wardoyo)

BAGIKAN