JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Empat Ruas Rusak di Gemolong, Rekanan Janji Perbaiki Hari Ini

Empat Ruas Rusak di Gemolong, Rekanan Janji Perbaiki Hari Ini

190
BAGIKAN
Joglosemar | Wardoyo
UKUR KERUSAKAN- Ketua Komisi I DPRD, Suroto saat memantau pengukuran
titik kerusakan hotmix dari proyek jalan di Lingkungan Ngembatpadas, Gemolong yang sudah rusak padahal belum lama dibangun.

SRAGEN – Temuan empat ruas jalan yang rusak di empat kelurahan di Kecamatan Gemolong yang didanai APBD-P 2016 senilai total Rp 800 juta, membuat pihak rekanan pelaksana mulai keder.

Melalui mantan Camat Gemolong, Syamsuri, yang menjabat saat proyek berlangsung, pihak rekanan langsung menyanggupi akan memperbaiki kerusakan itu hari ini.

“Tadi saya langsung kontak pihak CV yang mengerjakan. Dari rekanan CV itu tadi sudah menyanggupi besok (hari ini) akan langsung diperbaiki,” papar Syamsuri kepada Joglosemar, Selasa (23/5/2017).

Syamsuri yang kini menjabat sebagai Camat Sidoharjo membenarkan bahwa proyek empat ruas jalan itu didanai dari APBD Perubahan 2016.

Menurutnya rekanan pelaksana empat proyek itu adalah CV yang sama yang mendapat proyek dari proses penunjukan langsung (PL) lewat rekomendasi Lembaga Pengadaan Barang Jasa (LPBJ) atau Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sragen.

Namun ia menyampaikan bahwa anggaran per paket tidak penuh Rp 200 juta, tetapi hanya Rp 195 juta. Seingatnya, dari empat paket proyek itu, ada yang diplotkan untuk satu ruas tapi ada pula yang dikerjakan untuk dua ruas.

Menurutnya juga tidak ada pagu untuk anggaran pemeliharaan. Meski demikian, mengingat kasus itu sudah mencuat dan memantik desakan warga, pihaknya sudah berkoordinasi dengan rekanan untuk segera memperbaiki.

“Jadi nggak semuanya dananya Rp 200 juta. Ada yang Rp 195 juta itu dipecah jadi dua. Yang satu titik Rp 100 juta, satunya Rp 95 juta. Kalau soal papan proyek, kami enggak begitu tahu. Tapi mestinya memang harus ada papannya,” jelasnya.

Sementara, Ketua Komisi I DPRD Sragen, Suroto hanya berharap mengingat kondisinya sebagian sudah rusak parah, pihaknya mendesak rekanan untuk bertanggungjawab.

Pasalnya dari temuannya saat inspeksi dua hari lalu, hampir semua titik jalan yang dibangun baik dengan cor atau hotmit, sudah rusak dan volumenya dinilai jauh di bawah spesifikasi yang seharusnya.

“Bagaimana pokoknya jalan bisa baik lagi. Warga dulu juga sudah manut disuruh swadaya urug grosok, padahal itu harusnya tanggungjawab rekanan, lha kok malah hasilnya seperti ini,” timpal Ketua RW 4 Ngembatpadas, Suwardi Marta.

Wardoyo