JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Empat Tersangka Baru Diksar Maut UII Resmi Ditahan

Empat Tersangka Baru Diksar Maut UII Resmi Ditahan

36
BAGIKAN
Tiga tersangka kasus dugaan tindak kekerasan dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) ke-37 The Great Camping (TGC) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dijemput paksa tiba di Polres Karanganyar tepat pukul 23.48 WIB, Minggu (21/5). Ketiga tersangka yang dijemput tim penyidik Polres Karanganyar berinisial TAR alias R, NAI alias K dan HS alias G. NAI adalah perempuan. Tiba di Polres Karanganyar para tersangka mengenakan penutup wajah dengan pengawalan ketat polisi. Foto : Joglosemar | Satria Utama

KARANGANYAR—Polres Karanganyar resmi menahan empat tersangka baru terkait kasus dugaan tindak kekerasan saat Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UII Yogyakarta.

Empat tersangka itu berinisial, DK, HS, TAR, TN. Sedangkan satu-satunya tersangka perempuan berinisial NAI telah mendapat surat pembebasan sementara. Dia harus mendapat perawatan medis di RSUD Kabupaten Karanganyar karena sakit sejak Senin (22/5/2017) lalu.

Sementara satu tersangka lainnya, RF, diketahui masih berada di kampung halaman di Makasar, Sulawesi Selatan.

Informasi dari penasihat hukum para tersangka Achiel Suyanto, RF tidak dapat memenuhi panggilan tim penyidik lantaran dikarenakan faktor kesehatan.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, setelah menjalani pemeriksaan, empat tersangka baru kasus Diksar Mapala UII langsung dimasukkan ke Rutan Polres Karanganyar.

“Penahanan empat  tersangka baru ini karena pertimbangan efektifitas dan efisiensi, serta percepatan pengungkapan kasus ini. Penahanan terhitung pukul 20.00 Senin (22/5/2017) malam,” terang Kapolres kepada wartawan, Selasa (23/5/2017).

AKBP Ade Safri juga menyampaikan, dua tersangka lain yakni NAI dan RF masih dalam keadaan sakit. NAI telah mendapat perawatan di RSUD Karanganyar, sedangkan RF saat ini masih berada di Makasar.

Kapolres memastikan saat ini belum ada keputusan untuk melakukan penyidikan lanjutan karena masih menunggu pemulihan kesehatan dua tersangka keduanya.

Menurut AKBP Ade Safri, total ada enam tersangka baru dalam penyidikan jilid II kasus dugaan tindak kekerasan yang menewaskan 3 peserta dan mengakibatkan 34 lainnya luka itu.

Penasihat hukum para tersangka Achiel Suyanto menyatakan telah mengajukan permohonan agar para tersangka tidak ditahan. Kapolres menambahkan, pihaknya belum menerima surat permohonan penangguhan tersangka itu. Menurutnya, permohonan penangguhan penahanan tersangka kemungkinan besar tidak akan dikabulkan.

Mengingat, penyidik masih butuh keterangan intensif dari para tersangka. “Sekali lagi kami tegaskan  penahanan 4 tersangka baru karena pertimbangan efektifitas dan efisiensi, serta percepatan pengungkapan kasus ini,” tandas Kapolres.

Kendati demikian, lanjut Kapolres, semua masih akan dipelajari penyidik. “Prinsipnya kami tidak menginginkan penanganan kasus ini terkendala sejumlah hal. Seperti faktor ketidakkehadiran tersangka maupun faktor lainnya,” ujar Kapolres.

Keenam tersangka dibidik dengan pasal 170 dan juncto pasal 365 KUHP tentang Perbuatan Secara Bersama-Sama Melakukan Penganiayaan Yang Berakibat Nyawa Orang Lain Hilang. Ancaman hukumannya lebih dari tujuh tahun penjara.

Satria Utama