JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Endus Upaya Ganjal Pemenang Lelang, 30 Rekanan Sragen Ancam Lakukan Action

Endus Upaya Ganjal Pemenang Lelang, 30 Rekanan Sragen Ancam Lakukan Action

219
Joglosemar | Dok
ilustrasi proyek

SRAGEN—Sedikitnya 30 pemilik rekanan pemenang lelang proyek fisik di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) pada APBD 2017 yang diumumkan beberapa waktu lalu, mengancam akan melakukan action terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DPU.

Pasalnya, hingga dua pekan berjalan, pihak PPK tak kunjung menerbitkan surat penunjukan penyedia barang dan jasa (SP2BJ) untuk rekanan.

Tidak hanya itu, mereka juga menyatakan sudah menyiapkan beberapa langkah jika kebijakan PPK terhadap hasil lelang nantinya berdampak kerugian bagi rekanan maupun masyarakat.

Hal itu dilontarkan menyusul belum adanya kejelasan kapan SP2BJ untuk rekanan pemenang lelang bakal
diterbitkan.

“Kami akan melihat perkembangan dari kebijakan PPK. Harapan kami SP2BJ segera dibuat sehingga rekanan bisa segera melaksanakan pekerjaan. Tapi kalau jatuh tempo habis dan malah merugikan rekanan, kita jelas akan mengambil langkah-langkah sesuai hak kita,” ungkap Rahmat Samsono, pemilik PT Darmawangsa yang menjadi salah satu pemenang lelang proyek jalan, Minggu (14/5/2017).

Ia menguraikan, sesuai jadwal tahapan lelang, mestinya SP2BJ sudah diterbitkan oleh PPK pada 2 Mei lalu. Lantas, berdasarkan aturan, PPK hanya memiliki waktu 14 hari efektif sejak serah terima berkas acara pemeriksaan (BAP) terhadap hasil lelang dari Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk menentukan apakah diterbitkan SP2BJ atau ditenderkan ulang.

Sementara, realita yang terjadi, sampai 12 hari berlalu, hingga kini belum ada tanda-tanda kapan SP2BJ bakal diterbitkan. Sedangkan rekanan tidak diberi tahu kapan penyerahan BAP dari ULP ke PPK.

Mewakili rekanan yang lain, Rahmat justru mengendus indikasi bahwa situasi menggantung ini dimungkinkan karena adanya upaya segelintir pihak yang ingin mengganjal rekanan pemenang lelang.

Padahal dengan situasi tak jelas tersebut, tak hanya rekanan yang dirugikan, namun juga telah menyandera kepentingan masyarakat yang menghendaki perbaikan jalan segera dilakukan.

“Indikasi itu kami lihat dari adanya pasal karet untuk menjepret rekanan-rekanan yang menang lelang. Sehingga muncul celah untuk melakukan tender ulang dan pemenangnya bisa sesuai dengan yang dikehendaki. Makanya kami juga tidak akan tinggal diam,” timpal AG, salah satu rekanan pemenang proyek jalan.

Sayangnya, Kepala DPU Sragen, Marija kembali belum bisa dimintai konfirmasi. Sementara, Kabag LPBJ Sragen, Tedy Rosanto sebelumnya memastikan timnya sudah menjalankan proses dan tahapan lelang sesuai dengan prosedur.

Timnya sudah melakukan verifikasi dan evaluasi, bahkan ada tujuh rekanan yang dicoret karena tidak terpenuhi persyaratannya.

 Wardoyo

BAGIKAN