JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Ganti Rugi Proyek Pembangunan Waduk Pidekso Ditarget Selesai Akhir Tahun

Ganti Rugi Proyek Pembangunan Waduk Pidekso Ditarget Selesai Akhir Tahun

538
BAGIKAN
Dok
Warga beraktifitas di lokasi yang nantinya ditenggelamkan menjadi dasar waduk Pidekso, beberapa waktu lalu.

WONOGIRI—Penghitungan ganti rugi proyek pembangunan Waduk Pidekso di Kecamatan Giriwoyo diharapkan selesai pada akhir tahun ini. Saat ini, tim appraisal independen sedang menggodok proses tersebut.

Kepala Kantor Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Wonogiri, Cahyono mengatakan, sejak 11 April lalu tim appraisal independen sudah turun langsung ke desa terdampak proyek nasional pembangunan Waduk Pidekso tersebut.

Tim meminta warga terdampak untuk menghitung harga aset berupa lahan ( tanah), hasil pertanian, kayu yang ada di lahan dan lain- lainnya. Nantinya, hasil perhitungan warga digunakan sebagai bahan komparasi atau perbandingan dengan penaksiran oleh tim appraisal.

“Kemungkinan besar tim akan selesai menghitung besaran ganti rugi secara total di akhir tahun ini,” kata Cahyono, Minggu (28/5/2017).

Menurut Cahyono, jika dana mencukupi, soal pembayaran ganti rugi lahan warga yang terdampak, kemungkinan akan dilakukan secara serentak dalam satu tahap sesuai keinginan warga.

Namun apabila dananya ternyata tak mencukupi, maka ada kemungkinan pembayaran bakal dilakukan bertahap. “Tapi untuk kepastiannya masih menunggu dari tim,” ujar dia.

Mantan Kepala ATR/BPN Klaten itu menyebutkan, hingga saat ini, pihaknya sudah menyelesaikan pekerjaan awal. Yakni pengukuran lebih dari 1.600 bidang tanah seluas 332 hektare di tiga desa di Giriwoyo dan Batuwarno yang bakal dibangun Waduk Pidekso.

“Meliputi Desa Tukulrejo dan Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, serta Desa Sendangsari di Kecamatan Batuwarno,” ungkap dia.

Cahyono juga menandaskan, sebelumnya, sempat ada perubahan luasan lahan yang akan dibangun sebagai lokasi waduk. Berdasar SK Gubernur pada 2014 dibanding SK Gubernur 2017 terdapat selisih 32 hektare.

Sementara dari perwakilan warga terdampak proyek pembangunan Waduk Pidekso, Eko Budiarto mengatakan, mendesak kepastian kelanjutan proyek tersebut, khususnya terkait ganti rugi.

Sebelumnya sempat ada informasi dari Pemerintah Provinsi Jateng, yang justru membuat warga resah. Menurut Eko, ada dua hal penting yang disampaikan gubernur kala itu.

Pertama soal anggaran pemerintah yang kabarnya tidak cukup untuk membayar ganti rugi pembebasan lahan secara serentak.

Padahal sejak semula warga ingin pembayaran dilakukan serentak. Terkait hal itu dia minta pihak berwenang untuk segera memberikan informasi ke warga.

Aris Arianto