JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Tragis.. Hanya Gara-Gara Colekan Facebook, Siswi SMK di Sragen Hamil 6 Bulan

Tragis.. Hanya Gara-Gara Colekan Facebook, Siswi SMK di Sragen Hamil 6 Bulan

1902
BAGIKAN
Petugas kepolisian saat mengamankan pelaku pencabulan. Foto : Satria UTama

SRAGEN- Seorang siswi kelas 1 sebuah SMK di Sragen asal Kedawung, berinisial RA (16), dilaporkan menjadi korban pencabulan oleh seorang pria berkeluarga asal Kaliwuluh, Kebakkramat, Karanganyar. Dengan dalih masih perjaka dan berjanji akan menikahi, siswi itu akhirnya empat kali dicabuli hingga kini hamil enam bulan.

Ironisnya, korban mengenal pelaku hanya dari chatingan via facebook (FB). Pelaku yang diketahui berinisial BG (32) itu langsung dijebak dan kemudian ditangkap untuk diserahkan ke Polres Karanganyar, Minggu (28/5/2017).

Kasus itu terungkap setelah korban mengadukan apa yang dialaminya ke Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) Sragen, kemarin. Koordinator APPS, Sugiarsi mengungkapkan insiden pencabulan itu bermula ketika pertengahan 2016 silam, korban dicolek oleh pelaku via FB.

Berawal dari colekan FB, akhirnya keduanya saling berkenalan. Liciknya, pelaku yang sudah beranak istri saat itu mengaku masih perjaka dan sudah mapan secara pekerjaan. Korban pun akhirnya tergoda ketika diajak untuk ketemuan.

Dari chatingan itu, keduanya akhirnya bertemu di daerah Karanganyar. Pelaku yang sudah menyimpan niat jahat, kemudian mengajak korban untuk jalan-jalan. Hingga akhirnya di sebuah tempat penginapan, pelaku menggagahi korban. Semula korban memberontak, namun setelah dirayu akan dinikahi, siswi itu pun tak berdaya.

Perbuatan pencabulan itu berlangsung empat kali semuanya di daerah Karanganyar. Hingga kemudian korban mendadak berhenti datang bulan dan diketahui sudah hamil enam bulan. Ketika dikejar tanggungjawab, pelaku mengelak. Merasa sudah ditipu, korban akhirnya mengadukan hal itu ke APPS.

“Korbannya ini masih kami shelter karena hamilnya sudah enam bulan. Nanti akan kami dampingi sampai melahirkan. Anaknya rencananya akan diopeni ibunya karena dia anak tunggal. Pelakunya kemarin langsung ditangkap oleh aktivis LSM kami dan karena TKP-nya di Karanganyar, akhirnya diserahkan ke Polres Karanganyar,” jelasnya.

Tragedi yang menimpa RA itu sekaligus menambah panjang daftar pelajar dan anak di bawah umur yang menjadi korban pencabulan gara-gara FB dan HP. Atas realita itu, Sugiarsi berharap hal ini menjadi perhatian serius pihak orangtua dan sekolah untuk meningkatkan pengawasan dan perhatian terhadap pergaulan putra-putrinya terutama komunikasi via media sosial. Wardoyo