JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Gara-gara Lampu Merah, Kontraktor dan Mahasiswa di Sragen Bentrok dan Saling Lapor

Gara-gara Lampu Merah, Kontraktor dan Mahasiswa di Sragen Bentrok dan Saling Lapor

1868
BAGIKAN
ilustrasi

SRAGEN– Insiden keributan dan bentrok yang melibatkan dua pengemudi mobil terjadi di depan Bank BRI Kroyo, Karangmalang, akhir pekan lalu. Tidak hanya saling pukul, kedua pengemudi yang diketahui sebagai kontraktor dan mahasiswa itu juga saling lapor ke Polsek dengan sama-sama merasa jadi korban penganiayaan.

Keduanya masing-masing diketahui berinisial YS (33), kontraktor asal Dukuh Ngepos, Jetak, Sidoharjo dan RP (19), mahasiswa asal Taman Asri, Kroyo, Karangmalang. Berdasarkan data yang dihimpun Joglosemar di Mapolres, insiden itu terjadi sekira pukul 15.30 WIB.

Bermula ketika keduanya sama-sama mengendarai mobil dari arah Kroyo menuju ke arah Batujamus. Posisinya mobil RP berada di depan sedangkan mobil YS berada di belakangnya. Sesampai di perempatan Transito, menyala lampu merah sehingga kedua kendaraan sama-sama berhenti.

Selang beberapa menit, lampu menyala hijau. Menurut laporan YS, saat lampu menyala hijau, mobil RP tak segera berjalan meski sudah diklakson berkali-kali. Setelah jalan, sampai di depan Bank BRI Kroyo, kemudian kedua mobil berhenti.

Sempat ditanya mengapa mobil tak segera jalan padahal lampu sudah hijau, namun menurutnya terlapor malah marah-marah dan memukul mukanya sebanyak dua kali hingga berdarah dan membuat kepalanya pusing.

Sementara, dari laporan RP, saat itu ia hendak latihan motocross dan mengendarai mobil beriringan dengan mobil YS. Menurutnya saat lampu hijau, pengendara di belakangnya memang mengklakson berkali-kali dan setelah jalan sesampai di TKP, kendaraannya dipepet kendaraan terlapor.

Menurutnya, saat turun, terlapor merangkul dan dia memberontak. Kemudian terlapor memukulnya pakai dongkrak sebanyak dua kali dan sempat ditangkis. Warga kemudian berhamburan melerai keributan dan perkelahian itu.

Kapolsek Karangmalang, AKP Agus Irianto mewakili Kapolres AKBP Cahyo Widiarso Minggu (7/5/2017) membenarkan insiden tersebut dan aksi saling lapor keduanya. Menurutnya, berdasarkan hasil penyelidikan dan ditanya siapa yang salah, ia menyebut kedua-duanya sama-sama salah.

“Tapi tidak ada pemukulan pakai dongkrak. Wong anggota saya ada yang berjaga di BRI dekat TKP dan tahu. Tapi ini masih kami upayakan untuk diselesaikan kekeluargaan karena kasusnya ringan. Keduanya kelihatannya sudah ada itikad untuk diselesaikan damai,” jelasnya. Wardoyo