JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Gedung B Diresmikan, RS PKU Surakarta Tambah Ruang Hemodialisa

Gedung B Diresmikan, RS PKU Surakarta Tambah Ruang Hemodialisa

89
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PERESMIAN GEDUNG B – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si (kiri) berbincang dengan Ketua Komite Medik Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. H.Soffin Arfian, SpOG (kanan) saat mengunjungi salah satu ruangan dalam Peresmian Gedung B Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (20/5). Gedung B Rumah Sakit PKU Muhammadiyah tersebut dibangun dengan menghabiskan anggaran 46 milyar rupiah.

SOLO—Guna memberikan pelayanan yang prima, RS PKU Muhammadiyah Surakarta menambah kamar untuk kelas I, VIP, VVIP, ruang hemodialisa, kemoterapi, dan farmasi di gedung B. Bangunan gedung B RS PKU Muhammadiyah diresmikan, Sabtu (20/5/2017) kemarin.

Peresmian tersebut dilakukan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, KH Haedar Nashir. Pihaknya memberikan apresiasi kepada RS PKU Muhammadiyah Surakarta dengan kenyamanan dan pelayanan yang prima.

Pasalnya, orang sakit memerlukan suasana yang mendukung sehingga mempercepat kesembuhan.

“Ini adalah RS paripurna dan tidak semua RS bisa mencapai titik ini. Artinya, RS tidak hanya mampu menampung pasien dalam pengobatan dalam hal ini kuantitas, tapi juga kualitas. Untuk itu, kami berharap RS ini mampu menciptakan suasana sehat sehingga pasien merasa tidak dalam keadaan sakit,” ujarnya usai peresmian.

Pihaknya berharap pemerintah mau melindungi RS swasta yang saat ini saling bersaing. Bagi RS yang sudah besar, persaingan bukanlah hal yang ditakutkan.

Namun, bila RS swasta harus bersaing dengan pemilik modal raksasa dan tidak mendapatkan perlindungan dari pemerintah, maka RS tidak akan berkembang bahkan harus tutup.

Sementara itu, Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr Mardiatmo, SpRad menambahkan pihaknya tidak hanya meningkatkan kuantitas tapi kualitas. Di mana, selain ruang rawat inap, RS juga menambah fasilitas instalasi farmasi, hemodialisa, dan kemoterapi.

“Gedung B ini terdiri dari tujuh lantai. Pembangunan ini menghabiskan dana Rp 46 miliar dengan pengerjaan 18 bulan. Tidak hanya ruang rawat inap, tapi juga ruang kemoterapi yang menampung 14 bed, ruang hemodialisa untuk 56 pasien per shift,” tegasnya.

Dengan penambahan fasilitas itu, RS mampu menampung pasien JKN tanpa harus naik kelas. Karena dengan naik kelas, pasien harus merogoh kocek lebih dalam. Selain itu, RS PKU Muhammadiyah Surakarta juga sudah terakreditasi KARS Paripurna kedua pada 2017.

Ketua Komite Medik RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr Soffin Arfian, SpOG menambahkan ruang perawatan di gedung B tersebut sangat canggih.

Di mana, setiap ruangan sudah disertai alat penanganan jantung dengan pendeteksi ruangan. Artinya, pihak RS mengetahui ruang mana yang perlu penanganan emergency.

 Murniati