JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Genjot Target Pangan, Kementerian Gandeng Babinsa di Sukoharjo

Genjot Target Pangan, Kementerian Gandeng Babinsa di Sukoharjo

36
BAGIKAN
Joglosemar | Dynda Wahyu Wardhani
TARGET TANAM—Dirjen Tanam Pangan, Catur Setyawan (tengah) saat mengoperasikan mesin penanam padi atau rice transplanter di Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Selasa (30/5/2017).

SUKOHARJO—Target penanaman padi yang tak sesuai perencanaan membuat Kementerian Pertanian merasa perlu untuk turun tangan. Kementerian pun menggandeng Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI Kodim agar target hasil panen yang diharapkan hingga September nanti mampu direalisasikan.

“Target untuk Jawa Tengah di bulan Mei sebenarnya 211.319 hektare, namun nyatanya hanya terealisasi 123.252 hektare. Jadi baru sekitar 58 persen.”

“Untuk mencapai target tersebut akan kami genjot di bulan Juni nanti semua lahan sudah tanam. Jadi September nanti sudah menghasilkan MT1 (masa tanam pertama),” ungkap Dirjen Tanam Pangan, Catur Setiawan saat pelaksanaan program luas tambah tanam di Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Selasa (30/5/2017).

Catur mengaku program tersebut dilakukan serentak di semua provinsi. Khusus Jawa Tengah, terdapat 20 kabupaten seperti Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, dan lainnya.

Ia mengaku untuk mempercepat tambah tanam memang diperlukan banyak bantuan dari beberapa pihak. Untuk itu, Babinsa sebagai ujung tombak program ini diharapkan bisa mencapai sasaran target atau bahkan lebih.

“Harus ada gerakan, salah satunya dari Posko Babinsa ini. Diharapkan setiap hari ada catatan target per kecamatan yang telah terealisasi,” kata dia.

Adapun Perwira Seksi (Pasi) Intel Kodim 0726 Sukoharjo, Kapten Inf Moch Aziz mengaku, sebelum terjun ke lapangan, para Babinsa sudah dibekali ilmu tanam padi. Yang mana ilmu tersebut diharapkan bisa digunakan saat mendampingi para petani demi menyukseskan program kementerian.