Gugur Gunung Susuk Wangan Selogiri, Sesarengan mBangun Wonogiri di Usia 276 Tahun

    Gugur Gunung Susuk Wangan Selogiri, Sesarengan mBangun Wonogiri di Usia 276 Tahun

    34
    Joglosemar I Aris Arianto
    SAMBUT HARI JADI-Bupati Joko Sutopo memimpin rombongan bersepeda dalam acara Gugur Gunung Susuk Wangan, Kamis (18/5).

    Semboyan sesarengan mbangun Wonogiri menjadi semangat dalam memajukan Wonogiri di bawah kepemimpinan Joko Sutopo-Edy Santosa.

    Semboyan itu tergambar secara jelas dalam acara Gugur Gunung Susuk Wangan sebagai rangkaian menyambut Hari Jadi ke-276 Wonogiri.

    Ratusan menyemut Embung Pakis Dusun Tulakan RT 5 RW 3, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kamis (18/5/2017) pagi.

    Tua muda, pria wanita, berpadu dalam gerakan sosial bersih-bersih embung, saluran irigasi, dan jalan, serta lingkungan sekitarnya. Di tengah warga, tak kalah semangatnya anggota ormas dan relawan.

    Mereka sudah menyatukan tekad untuk mewujudkan embung yang bisa dimanfaatkan secara maksimal. Baik untuk pertanian, perikanan, maupun keperluan lainnya.

    Di sela acara bersih-bersih hampir usai, dengan perlahan meluncur rombongan pesepeda angin mendekati lokasi. Warga pun langsung mempercepat pekerjaan dan segera menyambut kedatangan rombongan tersebut.

    “Sugeng rawuh Mas Jekek, Pak Setyo, Pak Kingkong, monggo-monggo pinarak,” ujar warga seraya menyalami anggota rombongan tersebut.

    Baca Juga :  Sido Muncul Konsisten Gelar Mudik Gratis Sejak Tahun 1991

    Ya, anggota rombongan itu merupakan para pejabat di Kota Sukses. Di antaranya Bupati Joko Sutopo atau akrab disapa Mas Jekek, Ketua DPRD Setyo Sukarno, Anggota DPRD Wonogiri dari daerah konstituen Selogiri dan sekitarnya, Bambang Sadriyanto, dan sejumlah pimpinan dinas.

    Bambang Sadriyanto yang akrab disapa Kingkong tersebut mengungkapkan, Gugur Gunung Susuk Wangan merupakan kegiatan super positif.

    Harapannya, dapat memacu gairah dan semangat para petani di sekitar Kepatihan, Pule, Selogiri untuk selalu menjaga dan merawat adanya Embung Pakis.

    Sementara, Bupati Joko Sutopo meminta Gugur Gunung Susuk Wangan tidak boleh tanpa tindak lanjut. Pun kegiatan itu diminta juga bukan sekedar seremonial. Tetapi tetap berlanjut demi kemajuan dan kesejahteraan petani dan pertanian.

    Jekek meminta kegiatan sejenis juga dilakukan di daerah lain. Intinya satu, masyarakat dan pemerintah bersatu padu bersama dalam setiap langkah. Sehingga, semua permasalahan bisa ditemukan solusinya.

    “Dalam memperingati hari jadi ke-276 Kabupaten Wonogiri saya mengajak kepada masyarakat Wonogiri untuk Sesarengan mBangun Wonogiri. Tidak ada guna ketika Bupati hanya berjalan sendiri tanpa adanya dukungan seluruh komponen masyarakat,” pinta Jekek.

    Baca Juga :  Masuk Kota Solo, Ini Dia Jalur Alternatif yang Bisa Dipilih Pemudik

    Semboyan Sesarengan mBangun Wonogiri, dikatakan Jekek, tergambar jelas dalam Gugur Gunung Susuk Wangan. Di mana semua komponen masyarakat saiyeg saeko kapti, satu tekad dengan kebersamaan menuju tujuan yang ditetapkan.

    “Dengan semangat Raden Mas Said di momentum hari jadi Kabupaten Wonogiri ini, yakni Rumongso Melu Hardarbeni, mari kita bersama-sama bangun filosofi yang luar biasa ini. Termasuk untuk menangkal kejadian pencabulan yang sangat kita prihatinkan dan telah mencoreng hari jadi Kabupaten Wonogiri, semoga tidak terjadi lagi di kabupaten yang kita cintai ini,” jelas Jekek.

    Interaksi dengan warga dilanjutkan oleh bupati dan rombongan pesepeda dengan ikut membaur bekerja bakti. Mereka ikut membersihkan saluran dan jalan sekitar embung.

    Aris Arianto

    BAGIKAN