JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Hari Buruh, Apindo dan Serikat Pekerja Gelar Silaturahmi

Hari Buruh, Apindo dan Serikat Pekerja Gelar Silaturahmi

43
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
JALIN KEBERSAMAAN—Apindo Solo bersama Serikat Pekerja silaturahmi dan makan malam bersama di salahsatu restauran kawasan Purwosari, Solo, Senin (1/5/2017). Acara tersebut digelar dalam rangka hari Buruh Nasional

SOLO-Ketua Dewan Pengurus Kota Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPK APINDO) Solo, Baningsih Bradach Tedjokartono mengungkapkan, Solo harus kondusif, terutama dalam bidang hubungan ketenagakerjaan serta stabilitas ekonomi. Untuk mewujudkannya perlu sinergitas antara pengusaha dengan serikat pekerja.

“Solo harus lain daripada yang lain,” ungkap Baningsih, saat membuka silaturahmi antara Apindo dengan serikat pekerja dalam rangka Hari Buruh Internasional di Orient Restoran, Senin (1/5/2017) malam.

Baningsih mengaku kondusivitas suasana itu mesti menjadi pembeda antara Solo dengan daerah lainnya. Ketika dalam peringatan Hari Buruh atau Mayday, di daerah lain menggelar aksi demo yang membuat kemacetan dan kerugian, di Solo diperingati dengan silaturahmi antara pengusaha dengan serikat pekerja. Dia yakin, dengan kondusivitas suasana melalui silaturahmi, akan tercipta perekonomian yang kuat. Sebaliknya, ketika tak ada lagi suasana kondusif, mustahil semua itu tercapai.

“Dari dulu Solo itu telah tercipta hubungan yang mesra dalam ketenagakerjaan, berlanjut pada stabilitas ekonomi. Ini harus dipertahankan, lalu ditingkatkan,” tandasnya.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Solo, Purwanto, mengatakan sangat mendukung keinginan Apindo soal Solo harus beda dengan daerah lain. Hal yang diinisiasi Baningsih, bisa menjadi semangat membangun kebersamaan, produktivitas, serta menginspirasi lainnya. Dikatakan dia pekerja dan pengusaha harus saling bersinergi. Seperti yang telah tercipta selama ini di Solo.

“Jangan sampai terjadi aksi bakar-bakaran beberapa tahun silam, yang membuat pengusaha maupun buruh merugi,” kata dia.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional (DPC SPN) Solo, Hudi Wasisto, berujar setiap masalah harus diselesaikan dengan duduk bersama. Jangan sampai terjadi permasalahan yang berlanjut hingga ke ranah hukum.

Pihaknya merespons positif niat baik kalangan pengusaha dengan mengundang pekerja untuk makan malam bersama. Menurut dia hal itu perlu dilanggengkan. Malah dia berencana membalas mengundang pengusaha untuk merekatkan silaturahmi.

“Tapi tidak di restoran, melainkan di hik, sesuai dompet buruh. Yang penting hubungan semakin baik,” tutur dia.

Sebelumnya pada Sabtu (30/4) juga telah digelar forum yang membahas kesejahteraan buruh bersama dengan Dewan Pengawas Ketenagakerjaan DPRD Surakarta, Dinas Ketenagakerjaan Surakarta, serta BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan Surakarta.

“Ada beberapa rumusan yang menjadi pokok diskusi, salah satunya dengan norma Ketenagakerjaan serta upaya adanya Perda di Solo ini yang mengatur tentang penegakan peraturan Ketenagakerjaan,” ujar Hudi